Groundbreaking PSEL Bali, Pemerintah Bidik Energi Bersih dari Sampah
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Petugas gabungan menurunkan kantong berisi temuan bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). /ANTARA FOTO-Dhemas Reviyanto
Harianjogja.com, JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri menyerahkan jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 atas nama pramugara Sriwijaya Air, Okky Bisma, kepada keluarganya. Penyerahan jenazah itu dilakukan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (14/1/2021).
"Salah satu korban atas nama Okky Bisma dan pada hari ini keluarga telah sepakat hasil kerja dari Tim DVI untuk diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri.
Proses penyerahan jenazah dilakukan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Birgjen Asep Hendradiana kepada pihak maskapai Sriwijaya Air.
"Semoga kita berdoa almarhum diterima amal baiknya, ditempatkan di sisi Allah yang terbaik. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan," kata Asep.
Baca juga: Black Box Pesawat SJ-182 Ditemukan, Ini Harapan Bos Sriwijaya Air
Selanjutnya pihak Sriwijaya Air menyerahkan jenazah Okky kepada keluarga korban yang diwakilkan oleh ayahnya, Supeno Hendi Kiswanto.
Supeno pun menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberikan perhatian khusus terhadap tragedi pesawat Sriwijaya Air.
Dia pun juga mengucapkan terima kepada Mendagri yang diwakili oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh yang datang ke rumah duka.
"Kami ucapkan terima kasih kepada tim evakuasi yang bekerja siang dan malam tidak ada henti yang akhirnya bisa menemukan jasad anak saya yang pertama kali," katanya.
Pihak keluarga juga terima kasih kepada pihak RS Polri dan jajarannya yang telah membantu kelancaran identifikasi dan prosesi hingga hari ini.
"Mohon doanya semoga Okky Bisma wafat dalam keadaan syahid, insya Allah. Secara dalil agama barang siapa yang sedang cari nafkah untuk keluarganya adalah jihad," tuturnya.
Supeno mengatakan, sebenarnya jenazah Okky para hari Senin (11/1/2021) sudah dapat diambil, tetapi pihak keluarga masih berharap masih ditemukan organ tubuh Okky lainnya dari tim evakuasi.
"Tapi hingga kemarin banyak kantong-kantong jenazah yang belum terindentifikasi. Saya serahkan semuanya kepada Allah, saya harus makamkan hari ini," tuturnya.
Jenazah Teridentifikasi Pertama
Diketahui sebelumnya Okky Bisma menjadi jenazah pertama yang berhasil teridentifikasi atas kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, Sabtu (9/1/2021).
Jenazah Okky Bisma mudah teridentifikasi lantaran bagian tangan kanannya lengkap dengan telapak kanan masih utuh.
Baca juga: Cuaca Buruk, 2 Pesawat Gagal Mendarat di Pontianak
Hal itu memudahkan Tim Inafis Polri memeriksa kecocokan antara sidik jari kanan Okky dengan sidik jari di e-KTP Okky yang terdaftar pada manifes penerbangan.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi dua jenazah lainnya korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, yakni atas nama Indah Halimah Putri dan Agus Minarni diidentifikasi melalui sidik jari.
Dengan demikian hingga Rabu (13/1), ada enam jenazah yang telah teridentifikasi yakni Okky Bisma, Khasanah, Fadly Satrianto, Asy Habul Yamin, Indah Halimah Putri dan Agus Minarni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.