Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Gibran Rakabuming Raka/Antara-Aprilio Akbar
Harianjogja.com, SOLO--Kasus dugaan korupsi bansos yang menyeret anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka ditanggapi tim sukarelawan.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) sebagai organisasi sukarelawan pemenangan Jokowi meyakini Gibran Rakabuming Raka tidak terlibat kasus dugaan korupsi bansos Kemensos.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum DPP Jaman, Iwan Dwi Laksono, dalam siaran pers yang diterima Solopos.com-jaringan Harianjogja.com pada Selasa (22/12/2020). Jaman juga mendukung Gibran sebagai cawali Solo di Pilkada 2020 ini.
“Jaman mengecam keras kabar yang menyudutkan cawali Solo Gibran Rakabuming Raka,” ujar dia.
Menurut Iwan kabar keterlibatan Gibran dalam kasus dugaan korupsi bansos merupakan upaya pembunuhan karakter.
Arahnya untuk menggiring opini masyarakat dan menjatuhkan kewibawaan Presiden Jokowi. Dia mendesak aparat penegak hukum segera mengambil tindakan.
“Sebab ini jelas menggiring opini publik,” imbuh dia.
Iwan mengapresiasi respons cepat Gibran yang tegas membantah terlibat dalam program korupsi dana bansos. Bahkan suami dari Selvi Ananda itu menantang pihak-pihak terkait membuktikan tuduhan itu.
“Kami tahu betul Pak Jokowi sangat keras mendidik anak-anaknya agar bisa mandiri dan menjaga nama baik keluarga. Dan selama ini kita tahu bersama sepak terjang Gibran sebagai pekerja keras yang mandiri,” tandas dia.
Selama Jokowi menjadi presiden, Iwan mengatakan tidak ada anak-anaknya yang mengambil keuntungan untuk kepentingan pribadi. Ketiga anak Jokowi menurut dia selalu bekerja secara mandiri di bidang masing-masing.
Lebih jauh Iwan mengingatkan media massa agar tidak menyalahartikan azas kebebasan pers di negeri ini. Media massa harus selalu berpedoman kepada fakta atau objektivitas, netralitas, serta narasumber yang jelas.
Jangan sampai media malah ikut menyebarkan hoaks yang selama ini menjadi musuh bersama bangsa ini.
“Hoaks harus kita perangi bersama karena sudah sangat merugikan banyak pihak di negara ini,” terang dia.
Diberitakan Solopos.com sebelumnya Gibran Rakabuming Raka dibuat geram dengan pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan kasus dugaan korupsi bansos Kemensos. Dia dituding terlibat dalam kasus tersebut.
Gibran disebut telah merekomendasikan pengadaan goodie bag atau tas bansos dari Kemensos ke PT Sritex. Dia menyatakan tudingan kepadanya tidak berdasar.
“Silakan dibuktikan. Saya enggak takut,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Simak cara memilih situs streaming film legal dan risiko LK21 atau Indoxxi, mulai dari malware, pencurian data, hingga pelanggaran hak cipta.
Okupansi hotel di KEK Mandalika mencapai 100% selama MotoGP 2026. Hotel di Mataram dan Senggigi juga terisi hingga 80-90%.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
BPK menemukan masalah pengelolaan keuangan negara senilai Rp49,28 triliun. Sebesar Rp1,80 triliun telah dikembalikan selama pemeriksaan.