Selain Milik Presiden Prabowo, Ini Daftar Ponsel Diduga Disadap Listyo Sigit Cs
Kasus penyadapan Presiden Prabowo menyeret tiga tersangka. Bareskrim mengungkap modus, penghapusan jejak digital, dan pasal pidananya.
Warga Inggris di masa pandemi Covid-19. /Bloomberg
Harianjogja.com, JAKARTA - Jumlah kasus Covid-19 di Inggris melonjak dalam dua minggu terakhir karena adanya varian virus yang menurut para ilmuwan dapat menular hingga 70 persen lebih cepat. Hanya saja varian baru itu belum bisa dijelaskan.
Terkait hal itu, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock tidak bisa menjamin akan sampai kapan pembatasan sosial Covid-19 akan berlangsung di Inggris.
"Melihat seberapa cepat varian baru Covid-19 ini menyebar, akan sangat sulit untuk mengendalikannya hingga vaksinasi beres," ujar Matt Hancock, Minggu (20/12/2020).
Seperti diberitakan sebelumnya, varian baru Covid-19 terdeteksi di Inggris pada pekan ini. Sejumlah orang sudah dipastikan tertular varian baru tersebut dan diduga sebagai penyebab kenapa angka kasus Covid-19 di Inggris naik dengan cepat. Adapun hingga hari ini belum ada indikasi varian baru itu kebal dari vaksin Covid-19 buatan Pfizer yang telah disahkan Inggris.
Hingga berita ini dilaporkan, Inggris tercatat memiliki 2 juta kasus dan 67 ribu kematian akibat Covid-19. Per harinya, jumlah kasus bisa bertambah di kisaran 20 ribu hingga 30 ribu orang
Untuk menahan peningkatan jumlah kasus akibat munculnya varian baru Covid-19, Inggris memutuskan untuk mengetatkan pembatasan sosial di beberapa kota. Hasilnya, sepertiga populasi Inggris harus tetap di rumah sepanjang Natal dan Tahun Baru nanti.
"Perjalanan kita masih panjang," ujar Matt Hancock. Matt Hancock mengakui bahwa dampak pengetatan pembatasan sosial ini akan berat secara ekonomi mauapun sosial, namun hal itu harus dilakukan.
Keir Starmer, pemimpin dari Partai Buruh, mendukung pengetatan pembatasan sosial yang dilakukan oleh PM Boris Johnson dan Matt Hancock. Namun, menurutnya, Boris Johnson telat mengambil keputusan seperti ketika pandemi Covid-19 meledak untuk pertama kalinya.
"Lagi-lagi dia mengulur waktu. Alarm peringatan sudah berdering beberapa pekan dan dia memutuskan untuk mengabaikannya. Dia bilang kita bakal bisa merayakan Natal dan tiba-tiba saja dia meminta kita melupakan itu semua," ujar Starmer.
Sejauh ini, varian baru Covid-19 itu tidak hanya terdeteksi di Inggris. Menurut laporan Reuters, varian serupa juga muncul di Denmark, Belanda, dan Australia.
Namun, seperti di Inggris, varian baru itu hanya lebih cepat menyebar dan tidak menunjukkan gejala penyakit yang lebih parah.
Salah satu dari ketiganya, Belanda, sekarang sudah menutup pintu untuk perjalanan dari dan ke Inggris. Mereka tidak ingin situasi di Belanda kian parah. PM Belanda Mark Rutte pun mengatakan bahwa pembahasan dengan Uni Eropa akan digelar soal langkah menekan penyebaran varian baru Covid-19 dari Inggris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Reuters
Kasus penyadapan Presiden Prabowo menyeret tiga tersangka. Bareskrim mengungkap modus, penghapusan jejak digital, dan pasal pidananya.
Baby Boomer, Gen X, Milenial, dan Gen Z punya kebiasaan berbeda saat rapat di kantor. Simak karakter dan preferensi masing-masing generasi.
Survei Ipsos 2026 terhadap 23.537 responden di 31 negara menempatkan dokter sebagai profesi paling dipercaya, sedangkan politisi di posisi terbawah.
November 2026 menghadirkan sejumlah fenomena langit, mulai dari parade planet, hujan meteor Leonid dan Taurid, hingga Supermoon Beaver.
Persib Bandung berpeluang memastikan tiket 16 besar ACL2 saat menghadapi Melbourne Victory. Simak syarat dan posisi Maung Bandung di Grup E.
Kenali 7 ciri HP disadap, mulai dari baterai boros hingga aktivitas mencurigakan. Simak cara mengamankan ponsel dan melindungi data pribadi.