Diperiksa KPK 5 Jam, Nusron Wahid Klarifikasi Perjalanan ke Luar Negeri
Nusron Wahid menjalani pemeriksaan KPK selama lima jam dan menegaskan perjalanan ke luar negeri telah mendapat persetujuan Kemensetneg.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, PATI--Seorang guru salah satu Sekolah Dasar (SD) swasta di Kabupaten Pati, Jawa Tengah meninggal dunia karena terpapar virus corona jenis baru (COVID-19) sehingga pemerintah daerah setempat harus melakukan penelusuran kontak erat demi memutus mata rantai penularan.
"Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Pati sudah mengambil langkah antisipasi penularan dengan melakukan penelusuran kontak erat dengan penderita," kata Bupati Pati yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Pati Haryanto di Pati, Kamis (20/8/2020).
Guru yang meninggal tersebut, kata dia, memang tidak mengajar secara tatap muka, melainkan secara daring (dalam jaringan). Hasil penelusuran kontak erat, guru yang meninggal tersebut ternyata terpapar corona karena sebelumnya pernah kontak dengan mertuanya yang sakit karena COVID-19.
BACA JUGA : Ada 92 Warga DIY yang Diduga Meninggal Akibat Corona
Masyarakat Pati diminta tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, mengingat tren kasus corona terus meningkat. Mereka di antaranya harus rajin memakai masker saat aktivitas keluar rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak fisik, serta menghindari kerumunan.
Selain guru yang terpapar corona, belakangan ditemukan dua pedagang di Pasar Runting Tambaharjo, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati, juga terkonfirmasi positif corona.
Tim GTPP COVID-19 Pati selain melakukan penelusuran kontak, melalui Pemerintah Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati Kota juga melakukan penutupan pasar selama tiga hari, terhitung sejak Jumat (21/8) hingga Minggu (22/8).
BACA JUGA : Riwayat Penularan Tak Jelas, Warga Kulonprogo Meninggal
Pemkab Pati juga belum akan membuka proses belajar mengajar dengan tatap muka dalam waktu dekat, demi mencegah penularan kasus yang lebih besar. Diakui pula bahwa kalangan pendidik memiliki beban lebih besar, terutama dalam hal administrasi saat pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Selain tidak masuk dalam daerah di Jateng yang diperkenankan Kemendikbud membuka sekolah, ia menyatakan kasus COVID-19 di Pati masih tinggi. Berdasarkan laman https://covid19.patikab.go.id, total kasus COVID-19 di Pati hingga saat ini sebanyak 494 kasus.
Dari jumlah tersebut, warga yang terkonfirmasi positif dan dirawat sebanyak 24 orang, sedangkan kasus meninggal dunia sebanyak 16 orang dan sembuh 48 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nusron Wahid menjalani pemeriksaan KPK selama lima jam dan menegaskan perjalanan ke luar negeri telah mendapat persetujuan Kemensetneg.
Abrasi menghilangkan laguna Pantai Trisik Kulonprogo. Kunjungan wisatawan terus menurun, sementara warga beralih mengandalkan pertanian.
Nusron Wahid diperiksa KPK selama lima jam terkait perkara ATR/BPN. KPK masih mendalami dugaan suap dan gratifikasi.
Kemkomdigi menyebut Rancangan Perpres Badan Pengawas Data Pribadi telah memasuki tahap final dan diajukan kepada Presiden.
KSPSI AGN memecat Listyo Sigit dari jabatan Ketua Dewan Penasihat hingga proses hukum kasus dugaan penyadapan berkekuatan hukum tetap.
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.