Hanya Desil 1-4 yang Bisa Terima Bansos Agustus 2026, Cek Datanya
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Ilustrasi. /Espos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JAKARTA--Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril mengatakan Program Guru Penggerak akan melahirkan guru yang merupakan calon pemimpin masa depan.
"Guru penggerak akan menjadi calon pemimpin masa depan. Mereka akan menjadi teladan bagi guru lainnya dan menjadi contoh bagaimana mempraktikkan pembelajaran yang berpusat pada murid," ujar Iwan dalam taklimat media secara daring di Jakarta, Senin (13/7/2020).
BACA JUGA : Kemendikbud Gulirkan Kebijakan Kampus Merdeka
Kemendikbud meluncurkan Program Guru Penggerak. Guru penggerak merupakan ujung tombak karena dia yang menggerakkan pendidikan secara riil. Ujung-ujungnya reformasi pendidikan di Tanah Air, harus berawal dan berakhir kepada guru yang memimpin unit-unit pendidikan maupun kelas.
Guru penggerak berperan penting dalam mencapai tujuan Merdeka Belajar yakni Pelajar Pancasila yang memiliki tujuh kriteria yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebhinnekaan global, bernalar kritis, dan mandiri.
"Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila," terang Iwan.
Guru penggerak memiliki perbedaan dengan guru yang baik, yang mana guru penggerak mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, menjadi pelatih bagi guru yang lain agar pembelajaran dapat terpusat pada murid, menjadi teladan dan agen perubahan dalam ekosistem pendidikan.
Iwan mendorong agar guru mengikuti seleksi Program Guru Penggerak. Pendaftaran telah dibuka pada tanggal 13 Juli -22 Juli 2020 melalui laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/
BACA JUGA : Guru Sumbang 30% Keberhasilan Pendidikan
Untuk angkatan pertama, seleksi Program Guru Penggerak dibuka untuk guru TK,SD,SMP,dan SMA. Program tersebut akan menjangkau 56 kabupaten/kota di Tanah Air pada angkatan pertama.
"Kuota peserta Program Guru Penggerak sebanyak 2.800 peserta untuk angkatan pertama," jelas dia.
Program tersebut terbuka untuk guru yang terdaftar di Dapodik baik PNS maupun non PNS. Jika lulus seleksi, maka guru tersebut akan mendapatkan pelatihan selama sembilan bulan, yang terdiri dari pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama sembilan bulan bagi calon guru penggerak. Selama pelaksanaan program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san