OJK Minta Bank Periksa 39.923 Rekening Terindikasi Judi Online
OJK meminta perbankan memeriksa dan/atau memblokir 39.923 rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Unicef memperingatkan bahwa lockdown tanpa pandang bulu adalah cara yang tidak efektif untuk mengendalikan Covid-19 dan dapat berkontribusi pada peningkatan 45 persen dalam angka kematian anak.
Menurut Unicef, seperti dilansir dari The Telegraph, risiko anak-anak meninggal akibat malaria, radang paru-paru atau diare di negara-negara berkembang meningkat karena pandemi virus corona.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Dr Stefan Peterson, kepala kesehatan di Unicef, memperingatkan bahwa lockdown menyeluruh bukanlah pilihan yang paling tepat. Lockdown yang diberlakukan pada banyak orang berpendapatan rendah dan menengah bukan cara yang efektif untuk mengendalikan Covid-19 dan bahkan bisa berakibat fatal.
"Tindakan lockdown sembarangan tidak memiliki efek optimal pada virus," katanya kepada The Telegraph. "Jika Anda meminta keluarga untuk tinggal di rumah di satu kamar di daerah kumuh, tanpa makanan atau air, itu tidak akan membatasi penularan virus."
Menurut laporan yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Global Health pada hari Rabu, hampir 1,2 juta anak-anak dapat meninggal dalam enam bulan ke depan karena gangguan pada layanan kesehatan dan persediaan makanan yang disebabkan oleh pandemi virus corona.
Para peneliti di Sekolah Kesehatan Publik dan Unicef dari Johns Hopkins Bloomberg, menemukan bahwa angka kematian anak dapat naik hingga 45 persen karena gangguan terkait coronavirus, sementara kematian ibu dapat meningkat hampir 39 persen.
Dr Peterson mengatakan angka-angka ini sebagian merupakan cerminan dari pembatasan ketat di banyak dunia yang mencegah orang meninggalkan rumah. Di mana mencegah mereka mengakses layanan perawatan kesehatan yang penting.
Kampanye vaksinasi melawan penyakit termasuk campak juga telah terganggu akibat pandemi virus corona. Setidaknya 117 juta anak di seluruh dunia kemungkinan kehilangan imunisasi rutin tahun ini.
Dr Peterson memperingatkan bahwa tren ini telah menghasilkan pengurangan dalam "pemanfaatan layanan yang efektif". Selain itu, lockdown menimbulkan korban ekonomi yang besar, yang dapat memicu peningkatan kemiskinan dan kekurangan gizi .
Penelitian ini melihat konsekuensi dari gangguan di 118 negara berpenghasilan rendah dan menengah, berdasarkan tiga skenario. Dalam skenario terburuk, di mana layanan dikurangi hingga 45 persen dan proporsi anak-anak yang tumbuh sebesar 50 persen, dapat mengakibatkan 1,16 juta tambahan kematian anak dan 57.000 kematian ibu hanya dalam enam bulan.
Pemodelan memproyeksikan bahwa India akan melihat jumlah terbesar kematian tambahan pada anak di bawah lima tahun dan kematian ibu. Kasus itu diikuti oleh Nigeria. Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Tanzania dan Indonesia juga kemungkinan akan terpukul.
Dr Peterson mendesak negara-negara untuk tidak memaksakan lockdown menyeluruh, tetapi lebih fokus pada mengidentifikasi spot tertentu sehingga pembatasan regional yang merusak kesehatan masyarakat dapat dicegah.
Dia khawatir bahwa pertempuran saat ini melawan Covid-19 berubah menjadi "krisis hak-hak anak" dan merampok satu generasi dengan prospek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
OJK meminta perbankan memeriksa dan/atau memblokir 39.923 rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online.
Kebakaran melanda TPS3R Nitikan, Umbulharjo, Jogja, Jumat (6/11/2026). Tumpukan kasur dan sampah kering terbakar, tanpa korban jiwa.
Perhapi menilai pemangkasan kuota bijih nikel 2027 berisiko menaikkan harga bahan baku, biaya operasional smelter, dan menekan produksi.
Kemendikdasmen merevitalisasi 1.277 SMK pada 2026, terdiri atas 553 sekolah negeri dan 724 swasta untuk memperkuat pembelajaran vokasi.
Sejumlah Pengurus Kapanewon Golkar Gunungkidul meminta musda digelar demokratis sesuai AD/ART dan menolak penunjukan Plt.
PSIM Jogja kalah 1-2 dari Dewa United pada pekan ke-9 Super League 2026/2027. Gol injury time tim tamu sempat diprotes pemain tuan rumah.