Amerika Serikat Siapkan 100.000 Kantong Jenazah untuk Pasien Corona

Newswire
Newswire Kamis, 02 April 2020 22:07 WIB
Amerika Serikat Siapkan 100.000 Kantong Jenazah untuk Pasien Corona

Pekerja bersiap untuk memindahkan jenazah ke dalam trailer di luar Rumah Sakit Pusat Brooklyn di tengah pandemi virus corona di New York, Amerika Serikat, Senin (30/3/2020)./Antara^Reuters

Harianjogja.com, WASHINGTON – Pentagon, kantor utama Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, menyiapkan 100.000 kantong jenazah untuk menghadapi kemungkinan terburuk pandemi Corona di negara tersebut. Angka kematian tinggi diperkirakan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) telah meminta 100.000 kantong jenazah pada Departemen Pertahanan AS, kata seorang pejabat Pentagon kepada Reuters pada Rabu (2/4/2020).

Badan Logistik Pertahanan (DLA) bekerja dengan kontraktor saat ini untuk menyediakan tambahan, kata pejabat itu.

Pengiriman awal akan datang dari persediaan DLA saat kontraktor meningkatkan produksi, menurut pejabat, yang berbicara dengan syarat anonimitas. DLA belum memiliki permintaan tanggal pengiriman khusus dari FEMA, tetapi agensi itu menginginkan kantong jenazah itu segera disiapkan.

Bloomberg telah melaporkan sebelumnya bahwa Pentagon sedang berupaya untuk membeli lebih banyak kantong jenazah dan bahwa lembaga itu awalnya akan menggunakan persediaan 50.000 kantong jenazah yang mereka simpan.

Seorang juru bicara FEMA yang dikutip oleh Bloomberg mengatakan bahwa agensi tersebut membuat rencana hati-hati untuk kebutuhan masa depan, yang termasuk persiapan untuk "kontingensi kamar jenazah" dari negara bagian di penjuru AS.

Unit Dukungan Pasukan DLA bertanggung jawab untuk mengelola persediaan Pentagon atas kantong jenazah nilon hijau, ukuran 94 inci x 38 inci, yang biasanya digunakan di zona perang.

Perkembangan itu terjadi ketika Amerika Serikat melihat peningkatan jumlah kematian akibat wabah corona, dengan penghitungan Reuters menunjukkan lebih dari 4.500 kematian dan lebih dari 200.000 infeksi di negara itu.

Presiden Donald Trump dan penasihat kesehatannya mendesak warga Amerika untuk mengikuti langkah-langkah menjaga jarak sosial yang ketat menjelang "2 pekan yang sulit" yang dapat mencapai sedikitnya 100.000 kematian akibat virus corona.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online