Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Rekening Penampung Setoran Kasus Mafia Tanah
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Gibran Rakabuming Raka saat mendatangi Kantor DPC PDIP Solo, Senin (23/9/2019). /Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Peneliti Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Syamsuddin Haris ikut menanggapi tentang anak dan menantu Presiden Joko Widodo yaitu Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution yang maju dalam Pilkada 2020.
Menurutnya, sah saja jika Gibran dan Bobby mau ikut dalam pemilihan kepala daerah karena itu hak setiap warga negara.
"Hak tiap warga negara untuk terjun ke politik, termasuk anak dan mantu presiden," tulis Syamsuddin dalam kicauan di akun Twitter @sy_haris yang diunggah pada Senin (9/12/2019).
Namun Syamsuddin merasa keputusan maju Pilkada oleh Gibran dan Bobby ini menjadi tidak pantas lantaran Jokowi masih menjabat sebagai Presiden. Sehingga wajar bila muncul banyak cibiran dan protes.
"Tapi tidak elok jika mereka maju sebagai calon walikota saat bapak/mertua masih menjabat presiden. Dibela seperti apapun, cibiran pasti muncul: dinasti, nepotisme, aji mumpung, dan lain-lain. Semoga Pak Jokowi menyadarinya," ujar Syamsuddin.
Sebelumnya, Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution yang masuk sebagai anggota partai dianggap sebagai upaya membangun dinasti politik. Menurut PDIP itu adalah hal yang biasa.
"Politik dinasti di wilayah dunia timur yang kayak gini biasa. Bahwa dinasti atau tidak dinasti kita ini di timur ada jarak dengan kekuasaan, itu biasa, bahwa Mas Gibran diuntungkan karena anak presiden wajar," kata Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto.
Gibran Rakabuming telah menjadi kader PDIP dan akan mendaftarkan diri sebagai bakal Calon Wali Kota Solo ke DPD PDIP Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019). Sementara, Bobby Nasution telah mendaftarkan diri ke DPD PDIP Sumatera Utara untuk maju dalam pemilihan Wali Kota Medan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.