Pendaftaran Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya
Seleksi petugas kesehatan haji 2027 dibuka mulai 20 Agustus 2026. Simak syarat, formasi, tahapan, dan jadwal seleksinya.
PKS./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Diksusi tentang paham komunisme digelar dengan menghadirkan kaum muda milenial di Gedung DPW PKS DIY, Minggu (29/9/2019). Diskusi itu dihadiri sejumlah narasumber baik dari TNI maupun akademisi, dengan tema Komunisme, Masihkah Menjadi Ancaman?.
Ketua Bidang Polhukam DPW PKS DIY Agus Sumartono menjelaskan, diskusi kebangsaan itu merupakan agenda rutin setiap akhir September. Tujuannya untuk memberikan informasi dan wawasan kepada generasi muda. Ia menilai, kaum muda milenial saat ini butuh lebih banyak mempelajari sejarah.
“Kebetulan yang hadir anak-anak muda milenial, karena generasi saat ini minim tentang latar belakang sejarah,” terangnya Minggu (29/9/2019).
Melalui diskusi itu, kata dia, diharapkan kaum muda tidak masuk ke organisasi terlarang sehingga tetap bisa merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kita mereaktualisasikan tentang kesaktian pancasila setiap zamannya, tentang upaya komunikasi, apakah [komunisme] ini tetapkan dianggap jadi ancaman, ini berkaitan dengan pengetahuan tentang sejarah, agar bagaimana kita terutama anak muda bisa merawat NKRI ini dengan baik,” katanya.
Dosen Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Surwandono mengatakan, beberapa penelitian yang menunjukkan negara dengan sistem komunis namun mengalami kegagalan. Ia mencontohkan Uni Soviet, Venezuela dan Kuba. Saat ini China yang masih berjalan namun, tetapi diprediksi antara 20 hingga 50 tahun ke depan akan mengalami penurunan paham tersebut.
“Memang saat ini banyak orang tergila-gila dialektika paham ini karena menarik, tetapi perlu diketahui kalau belajar ilmu harus ada aksiologi dari ilmu itu, apakah ilmu itu bisa menjadi jalan keluar terhadap problem di tengah masyarakat atau tidak,” ucapnya.
Kepala Kanwil Kemenhan DIY Kolonel Dedi Rusdianto memaparkan terkait perkembangan komunisme dari era terdahulu hingga saat ini. Pihaknya terus berupaya memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang kesadaran berbangsa dan bernegara untuk menjaga keutuhan NKRI.
“Paham komunis ini di dunia tidak begitu berkembang tetapi mereka akan tetap mempertahankan ini. Materi ini didiskusikan ceritanya mengasyikkan karena banyak mimpi yang diceritakan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seleksi petugas kesehatan haji 2027 dibuka mulai 20 Agustus 2026. Simak syarat, formasi, tahapan, dan jadwal seleksinya.
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 19 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Barcelona resmi mendatangkan Rodri dari Manchester City dengan kontrak hingga 2030. Transfer gelandang Spanyol itu mencapai 60 juta euro.
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.