Hakim Vonis 4 TNI Penyiram Aktivis Andrie Yunus1,5-3 Tahun Penjara
Empat anggota TNI divonis penjara hingga 3 tahun atas penyiraman air keras ke Andrie Yunus, bukan operasi intelijen.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, PHNOM PENH--Setidaknya tiga orang tewas dan puluhan lainnya tertimbun ketika sebuah bangunan yang sedang dibangun ambruk di sebuah resor pantai di Kamboja pada Sabtu (22/6/2019).
Bangunan tujuh lantai di kota pantai Sihanoukville, yang dimiliki oleh perusahaan Cina, runtuh saat para pekerja masih berada di dalam. "Kami telah mengeluarkan satu mayat dan kami melihat dua mayat lagi masih terjebak di antara puing-puing," kata Yun Min, gubernur provinsi Preah Sihanouk mengutip AFP, menambahkan 13 orang terluka.
Bangunan itu milik warga negara Tiongkok yang menyewa tanah dari warga Kamboja. Thul Phorsda, kepala polisi kota Sihanoukville, mengkonfirmasi jumlah korban tewas dan mengatakan seorang wanita Tiongkok "ditahan untuk diinterogasi" atas kecelakaan fatal itu, tetapi menolak memberikan rincian lebih lanjut.
Gubernur Yun Min mengatakan sekitar 50 pekerja biasanya berada di lokasi pada saat itu.
"Kami telah menyelamatkan 20 sejauh ini, kami masih belum bisa mengatakan dengan tepat berapa banyak yang terperangkap dalam puing-puing," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Empat anggota TNI divonis penjara hingga 3 tahun atas penyiraman air keras ke Andrie Yunus, bukan operasi intelijen.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.
Job Fair Jogja 2026 hadirkan 1.671 lowongan dari 43 perusahaan. Pemda DIY dorong generasi muda siap kerja global.
UGM temukan anomali bawah tanah di lokasi api misterius Sleman. Diduga terkait gas dan rekahan geologi.