Karhutla Bromo Meluas 1.069 Hektare, 3 Helikopter Dikerahkan

Newswire
Newswire Jum'at, 14 Agustus 2026 11:57 WIB
Karhutla Bromo Meluas 1.069 Hektare, 3 Helikopter Dikerahkan

Sebuah helikopter mengambil air dari Ranu Regulo untuk melakukan water bombing di karhutla TNBTS, Sabtu (8/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Lumajang\r\n

Harianjogja.com, SURABAYA—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, hingga Kamis (13/8/2026) telah mencapai 1.069 hektare. Untuk menjangkau area yang sulit didatangi melalui jalur darat, tiga unit helikopter dikerahkan melakukan water bombing dengan total 31.000 liter air dalam 16 rit penerbangan.

Penyiraman dari udara difokuskan pada sejumlah titik rawan, termasuk Bukit Kingkong dan Bukit Cinta. Namun, operasi udara sempat dihentikan untuk menjaga keselamatan ruang udara ketika drone Pusgeosau TNI-AU melakukan pemetaan dan observasi koordinat titik-titik api.

Medan Bromo Jadi Tantangan Pemadaman

Selain operasi udara, petugas gabungan menghadapi kendala medan dalam pemadaman karhutla Gunung Bromo. Wilayah berpasir gembur di kawasan Lautan Pasir membuat pergerakan kendaraan dan personel menjadi lebih lambat.

Kondisi tersebut semakin sulit dengan keberadaan tebing terjal serta angin yang bertiup dengan kecepatan 2–5 kilometer per jam ke arah selatan. Angin sewaktu-waktu dapat memicu pembesaran lidah api.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan penyisiran wilayah kembali digencarkan oleh personel gabungan. Dalam penyisiran itu, beberapa titik api baru ditemukan di pinggir jalan yang sebelumnya luput dari pengawasan.

Menurut Emil, titik-titik tersebut luput akibat keterbatasan jarak pandang serta kondisi petugas yang kelelahan setelah berjibaku memadamkan kobaran api di Bukit Kingkong.

Armada Respons Cepat Diperkuat

Evaluasi operasi pemadaman di lapangan membuat Emil menilai penguatan armada respons cepat menjadi penting. Medan Bromo yang terjal serta beban muatan membuat mobilisasi truk tangki membutuhkan waktu tempuh hingga lebih dari satu jam untuk mencapai lokasi.

Karena itu, pihaknya mendorong penyiagaan armada pick-up yang dilengkapi tandon air dan pompa Alkon. Armada tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memadamkan percikan api sejak awal sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Penanganan taktis juga diarahkan untuk mengatasi akses menuju tebing di sepanjang jalan dengan ketinggian sekitar 4 meter. Personel dibekali tangga portabel, alat pemadam api ringan (APAR), hingga jet shooter untuk menjangkau titik api di atas tebing secara cepat dan aman.

Patroli Wonokitri–Bukit Kingkong Ditingkatkan

Intensitas patroli di sepanjang rute utama Wonokitri–Bukit Kingkong juga akan ditingkatkan. Langkah tersebut dilakukan karena titik api di tepi jalan kerap luput dari pengawasan.

Emil mengatakan karakteristik kawasan Bromo, terutama angin kencang dan medan terjal, membuat personel di lapangan harus bergerak secara fleksibel dan dinamis.

"Dengan kombinasi armada fast-response dan peningkatan intensitas patroli, kita ingin memastikan setiap titik api bisa ditangani sedini mungkin," kata Emil.

Karhutla Bromo Jadi Perhatian Serius

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Jumadi mengatakan karhutla Gunung Bromo menjadi perhatian serius. Kawasan tersebut merupakan kawasan konservasi bernilai tinggi yang memiliki keanekaragaman hayati, sumber air, serta destinasi pariwisata nasional.

Secara keseluruhan, sepanjang 1 Januari hingga 8 Agustus 2026, luas hutan yang terbakar di Jawa Timur mencapai sekitar 1.685 hektare. Luasan tersebut setara dengan 0,12% dari total kawasan hutan Jatim yang mencapai 1,36 juta hektare.

"Jika mengacu pada data SiPongi+ periode Januari–Juni 2026, total karhutla Jatim berada di angka 2.927,08 hektare. Angka ini menunjukkan penurunan sangat signifikan, yakni turun hingga 94% dibanding periode El Nino 2023 yang sempat menyentuh 49.498 hektare," kata Jumadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online