Macron Khawatirkan Nasib Putra Mahkota Saudi Terksit Kasus Pembunuhan Khashoggi

Presiden Prancis Emmanuel Macron - Pool via Reuters/Ludovic Marin
03 Desember 2018 13:17 WIB Renat Sofie Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kasus pembunuhan Jamal Khashoggi ternyata menjadi salah satu isu paling disorot, setidaknya bagi Presiden Prancis Emmanuel Macron Perhelatan KTT G20 di ibu kota Argentina, Buenos Aires.

Dilansir dari The Guardian, Macron dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, tampak berbincang-bincang cukup serius di sela-sela pertemuan pimpinan-pimpinan elit dunia tersebut akhir pekan kemarin.

Pembicaraan keduanya sempat tertangkap sedikit oleh rekaman kamera televisi. Meski tak jelas tentang apa yang sedang dibicarakan, Macron tampak mengungkapkan kekhawatirannya kepada Sang Pangeran.

Menurut analisis The Guardian, kekhawatiran Macron kemudian ditanggapi dengan tenang oleh Mohammed bin Salman. Putra Mahkota juga mencoba menenangkan kekhawatiran Macron dengan mengatakan bahwa ia bisa menghadapi apa pun itu.

Seorang ajudan kepresidenan Prancis menerangkan bahwa kasus pembunuhan Khashoggi dan konflik Yaman menjadi dua topik utama yang diperbincangkan kedua pemimpin tersebut.

Pihak kepresidenan Prancis kemudian menyatakan bahwa kedua pemimpin telah berbincang-bincang selama sekitar lima menit di sela-sela KTT. Dalam pembicaraan mereka, Macron menyampaikan pesan yang “sangat tegas” kepada Pangeran atas kasus pembunuhan itu dan kebutuhan untuk menemukan solusi politik terkait situasi di Yaman.

Seperti diketahui, Jamal Khashoggi, seorang jurnalis asal Arab Saudi yang juga adalah kolumnis The Washington Post, dinyatakan dibunuh oleh sekelompok agen Arab Saudi setelah memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Pembunuhan Khashoggi, yang juga dikenal atas kritiknya terhadap pemerintahan Saudi, sontak menyeret Mohammed bin Salman. Putra Mahkota diduga menjadi aktor utama di balik rencana pembunuhan Khashoggi, meskipun pihak Kerajaan Saudi telah berulang kali membantah keterlibatan Sang Pangeran.

Kasus ini telah menyulut kemarahan dunia internasional. Keputusan Mohammed bin Salman untuk menghadiri KTT G20 di Buenos Aires jelas mengundang risiko mengingat pandangan para pemimpin dunia atas pembunuhan Khashoggi.

Banyak pembantu dan staf keamanan terdekat Sang Pangeran diketahui terlibat dalam pembunuhan itu dan CIA telah menyampaikan laporannya yang berisikan penilaian bahwa komando eksekusi pembunuhan diberikan oleh Sang Pangeran.

Tak hanya Macron, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, juga bertemu dengan Mohammed bin Salman dan menyampaikan pernyataan tegasnya tentang pembunuhan Khashoggi berikut perlunya pengusutan yang lengkap tentang dugaan keterlibatan pemerintahan Saudi.

Selama sesi foto dimulainya KTT G20, Mohammed bin Salman terlihat berdiri di bagian ujung para pemimpin kemudian tampak diabaikan begitu sesi tersebut selesai. Namun beberapa menit kemudian, Presiden Rusia Vladimir Putin menyapanya dengan hangat dan duduk bersama.

Sementara itu, meskipun tidak bertemu langsung dengan Putra Mahkota Saudi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali seruannya bagi Arab Saudi untuk mengungkapkan identitas semua pihak yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

"Kami percaya bahwa itu juga akan menjadi kepentingan Arab Saudi untuk mengklarifikasi semua aspek pembunuhan dan mengadili semua pelaku,” kata Erdogan, seperti dikutip The New Arab.

Menteri Luar Negeri Saudi sendiri telah menggambarkan pertemuan KTT G20 itu sebagai “sangat produktif”. Pemerintah Saudi dikatakan telah ambil bagian membahas “tantangan-tantangan di kawasan itu, hubungan bilateral, dan cara untuk memajukannya”.

Namun, tidak ada respons balik darinya soal pertanyaan awak media mengenai pembicaraan tentang Khashoggi.

Sumber : Bisnis.com