Prabowo-Sandi Dapat Dukungan dari Cucu Cicit Jenderal Soedirman

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. - Okezone
29 November 2018 09:37 WIB Newswire News Share :


Harianjogja.com, JAKARTA- Dukungan untuk calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus mengalir. Cucu dan cicit Panglima Besar Jenderal Soedirman, Nining Tejaningsih Soedirman dan Tisa Budiakso Soedirman mendeklarasikan dukungan kepada pasangan tersebut.

Dukungan ini dikemukakan oleh Tisa Budiakso Soedirman di tengah acara "Prabowo Menyapa Rakyat Yogyakarta" bersama ribuan relawan yang memadati Gedung Sasano Hinggil, Alun-alun Yogyakarta, Rabu (28/11/2018), seperti dikutip dalam siaran persnya.

"Bapak Prabowo Subianto, mari bergandengan tangan untuk menghadirkan kembali kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," kata Tisa Budiakso Soedirman.

Sambil menahan isak tangis, perempuan yang merupakan cicit dari Jenderal Soedirman ini juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia membantu perjuangan Prabowo-Sandi demi mengembalikan harga diri bangsa yang kian menurun.

"Di saat petani bawang merah panennya dengan harga Rp5.000 perkilo, padahal ongkos produksinya Rp4.000. Bapak Prabowo Subianto, mari bahu-membahu untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara ini," ujar Tisa.

"Bapak Prabowo Subianto, mari berjuang sampai titik darah penghabisan demi meraih kedaulatan bangsa ini," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Tisa juga mengenang perjuangan dua pahlawan nasional Jenderal Soedirman dan Soemitro Djojohadikusumo saat melawan penjajahan di Indonesia.

"Pak Dirman dan Pak Cum (Soemitro Djojohadikusumo) adalah sosok keteladanan dari semua sikap yang dibutuhkan oleh negara ini. Patriotisme, keberpihakan kepada rakyat, kedulatan tanpa syarat dan perang kepada kebatilan. Di saat hampir semua elit negeri ini untuk duduk satu meja dengan kolonialisme, Sudirman menolaknya dan melakukan perlawanan di hutan Jawa," tuturnya.

"Wahai Pak Dirman dan Pak Cum, tengoklah kami saat ini, bercanda di atas kegaduhan, berebut di balik keadilan, berbahagia di dalam kesewenangan. Kalian dan kami hanya ada dalam doa, gambar dan dongeng di antaranya. Lebih baik dibom atom daripada merdeka tidak 100 persen," ucap Tisa.

Dalam acara tersebut, cucu Panglima Besar Jenderal Soedirman, Nining Tejaningsih Soedirman juga memberikan kenangan-kenangan berupa patung miniatur Jenderal Soedirman serta buku terbaru "Sejarah Perjuangan Jendral Besar Soedirman" yang diterbitkan oleh Yayasan Panglima Besar Jendral Soedirman kepada Prabowo Subianto sebagai tanda dukungan perjuangannya.

Mendengar hal tersebut, Capres Prabowo Subianto mengaku senang dan terharu atas semangat dan dukungan perjuangan yang diberikan oleh keluarga besar Jendral Soedirman kepadanya untuk memenangkan Pilpres 2019 mendatang.

Apalagi, dukungan itu diberikan di kota yang pernah menjadi saksi sejarah atas pelantikan Soekarno menjadi presiden di tahun 1950 pada saat Republik Indonesia Serikat.

"Saya ucapkan terima kasih banyak atas dukungan yang diberikan oleh keluarga besar panglima besar Jenderal Soedirman, kita tentunya semua sadar kenapa kita berada di sini, tadi cicit Panglima Besar Jenderal Soedirman mba Tisa pidatonya tadi luar biasa," tutur Prabowo.

"Dalam pidato yang singkat itu telah terangkum semangat kita bangsa Indonesia, bahwa semangat dan perjuangan kita sudah di mengerti oleh banyak sekali rakyat Indonesia, kita merasakan bahwa negara yang direbut oleh Pak dirman oleh kakek kakek kita oleh ribuan pejuang kita dengan darah keringat dan air mata, tapi saat ini kita merasakan negara kita bukan milik kita lagi," papar Prabowo.

Oleh karena itu, mantan Danjen Kopassus ini mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia seperti yang semangati oleh Jendral Soedirman dari pihak pihak yang ingin menjajah dengan gaya baru yakni menguasai kekayaan bangsa Indonesia hanya untuk sekelompok orang saja.

"Untuk itu mari kita berjuang bersama, bersama sama kita wujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera, demi masa depan anak cucu kita," kata Prabowo.

Sumber : Antara