Advertisement
TNI AD Jalan Kaki Tembus Longsor Salurkan Logistik Sumut
Prajurit TNI AD jalan kaki tembus 20 titik longsor di Sumut untuk salurkan logistik dan membuka akses bantuan bagi ribuan warga terdampak. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Akses terputus akibat longsor di Sumut membuat prajurit TNI AD harus berjalan kaki menembus 20 titik terdampak demi menyalurkan logistik bagi ribuan warga.
Para prajurit menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Desa Parsingkaman menuju Kelurahan Nauli sambil membawa bantuan pangan, obat-obatan, genset hingga peralatan medis. Medan terjal yang penuh lumpur tidak menghalangi upaya prajurit memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
Advertisement
Setibanya di lokasi, TNI AD langsung memberikan layanan kesehatan dan menyiapkan landing zone agar helikopter dapat mendarat membawa logistik dalam jumlah besar. Fasilitas ini memungkinkan distribusi bantuan menjangkau Desa Naga Timbul, Nauli, dan Mardame yang terdampak paling serius.
Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan Mabes TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan prajurit berjalan kaki karena jalur darat terputus akibat tertimbun tanah longsor sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Selain itu, alasan lain TNI AD memilih metode jalan, yakni untuk menilai kondisi wilayah pascabencana sekaligus membuka akses jalur distribusi.
"Sebanyak 40 personel melaksanakan patroli sekaligus pendorongan awal logistik dengan berjalan kaki menuju Dusun Lapan Lombu, Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis, Sumatera Utara pada Sabtu tanggal 6 Desember," kata Agung.
Agung menjelaskan para prajurit berjalan kaki kurang lebih selama tiga jam dari Desa Parsingkaman melalui Aek Raisan dan Aek Mompang menuju Kelurahan Nauli.
Selama berjalan, para prajurit tidak hanya membawa logistik berupa kebutuhan pangan saja melainkan juga genset, obat-obatan hingga peralatan medis. Mereka melewati medan yang terjal dan licin lantaran mayoritas jalanan tertutup lumpur serta tanah liat. Sesampainya di Kelurahan Nauli, prajurit langsung memberikan bantuan kesehatan berupa obat-obatan.
Sedangkan, prajurit TNI AD yang lain langsung berupaya menyiapkan landasan (landing zone) yang layak agar helikopter bisa mendarat sambil membawa logistik dalam jumlah besar.
Dengan adanya landing zone di sana, Agung mengatakan TNI AD akan semakin mudah menyalurkan bantuan ke desa lain yang berada di sekitar Kelurahan Nauli.
"Landing zone tersebut mampu menjangkau tiga wilayah terdampak, yakni Desa Naga Timbul dengan jumlah penduduk sekitar 1.200 jiwa, Kelurahan Nauli sekitar 2.000 jiwa, dan Desa Mardame sekitar 1.100 jiwa," kata Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Suara Ibu Indonesia Desak Negara Lindungi Aktivis dari Teror Air Keras
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Bukan karena Perang, Ini Alasan TNI Terapkan Status Siaga 3
- Dana Desa Menyusut, DPRD DIY Soroti Dampak pada Program Kalurahan
- Menkeu Purbaya Tegaskan Ekonomi Indonesia Tidak Menuju Resesi
- 10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur
- Grebeg Syawal Kraton Jogja Tahun Ini Tanpa Kirab Gajah, Ini Alasannya
- SDN Kasihan Bantul Gelar Pesantren Kilat dan Bagikan Takjil
- Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Polri Diminta Usut Tuntas
Advertisement
Advertisement





