Advertisement
AHY Tekankan Pembangunan Sumatera Harus Lebih Tangguh
Kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Antara - Yudi Manar
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Sumatera dilakukan lebih kuat, tangguh, dan berkelanjutan usai bencana hidrometeorologi.
AHY menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh sekadar memulihkan kondisi, tetapi harus mengedepankan prinsip build better, build stronger, more resilient agar infrastruktur mampu bertahan dari risiko bencana berulang. Kerusakan yang melanda 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumut, dan Sumbar menunjukkan besarnya urgensi penerapan standar ketahanan bencana.
Advertisement
Ia juga menyoroti perlunya operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung evakuasi dan distribusi logistik di daerah terisolir, terutama karena hujan masih intens. Selain meninjau titik kerusakan, AHY turut mengawasi penyaluran bantuan ke wilayah terdampak seperti Bener Meriah dan Aceh Tamiang yang mengalami kekurangan pasokan.
“Tugas utama kita adalah membangun kembali, but don't just rebuild, build better, build stronger, more resilient, and more sustainable. Mengapa? Karena jangan sampai kemudian cepat, tapi kemudian kualitasnya juga tidak baik, sehingga juga pada akhirnya tidak tahan terhadap bencana alam,” kata AHY dalam agenda Balairung Dialogue 2025, di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Menurutnya bencana di wilayah barat Indonesia itu memberikan dampak terhadap 18 kabupaten/kota di Aceh, 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut), dan 16 kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar).
Hingga Senin (8/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 961 jiwa meninggal, 234 jiwa hilang, 5 ribu jiwa terluka, dan 998,8 ribu jiwa mengungsi.
Secara keseluruhan, dampak bencana terhadap infrastruktur di 52 kabupaten tersebut mencakup kerusakan 1,2 ribu fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan, 534 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung/kantor, 435 jembatan, 259 akses terdampak, 163 akses terputus, 101 jalan terputus, dan 62 jembatan terputus.
Selain itu, juga kerusakan 156,5 ribu rumah dengan rincian 143.427 rusak berat, 2.298 rusak sedang, dan 10.808 rusak ringan. Berdasarkan keadaan tersebut, AHY menekankan pentingnya segera dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana selagi saat ini masih dalam fase tanggap darurat bencana.
Saat berkunjung ke Sumut pada pekan lalu, Menko IPK menyampaikan hasil rapat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani terkait urgensi menerapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memudahkan proses evakuasi hingga pengiriman logistik.
“Kalau hujan masih berat, harus dipecah dulu atau digeser ke laut. Ini butuh operasi khusus BNPB bersama dengan BMKG,” ujar dia.
Ketika mendatangi tenda pengungsian, Menko IPK merasa sedih karena banyak pengungsi sedih akibat terdampak bencana yang menghancurkan rumah maupun barang-barang penting lainnya hingga menewaskan anggota keluarga mereka,
“Saya hanya ingin memberikan gambaran yang real dan ini bukan hanya masalah infrastruktur, ini masalah manusia. Jadi, mari kita menggerakkan hati dan ciptaan kita untuk membantu saudara-saudara kita,” kata
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Pilkades Serentak Gunungkidul 2026 Tetap Manual, Ini Alasannya
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Rayakan Hari Jadi, DPRD Kulon Progo Bertekad Kawal Aspirasi Warga
- DIY Resmikan 438 Posbankum, Akses Keadilan Menjangkau Desa
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- BPPTKG Teliti Tanah Ambles di Panggang, Warga Diminta Waspada
- Angklung IKBB Srikandi Meriahkan Prambanan, Angkat Musik Tradisional
- Program Tamasya Plus Himpun Rp159,4 Miliar dari 30.560 Rekening
- Astra Motor Jogja Edukasi 30.000 Pengendara Lewat Kampanye #Cari_Aman
Advertisement
Advertisement



