Dapat Gelar Pahlawan, Petugas ATC Bandara Sis Al Jufri Dimakamkan Ulang di Taman Makam Pahlawan

Upacara pemindahan makam Anthonius Gunawan Agung di Taman Makam Pahlawan Panaikang, Makassar, Minggu (11/11/2018. - Bisnis Indonesia/Andini Ristyaningrum
11 November 2018 16:37 WIB Andini Ristyaningrum News Share :

Harianjogja.comMAKASSAR - Makam Anthonius Gunawan Agung, petugas ATC (Air Traffic Controller) Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu,dipindah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang Makassar, Minggu (11/11/2018).

Almarhum yang berusia 21 tahun merupakan pegawai Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, yang gugur saat melaksanakan tugas memberikan izin terbang pesawat Batik Air disaat bersamaan gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018.

Selang empat hari kemudian, jenazah Agung dimakamkan di pekuburan Tionghoa di Jalan Antang Raya, Makassar, Sulawesi Selatan 2 Oktober 2018  

Kisah heroik petugas Anthonius Gunawan Agung masih meninggalkan banyak jejak. Masih membekas kisah petugas ATC yang meninggal dunia setelah mengarahkan pesawat Batik Air lepas landas dari Bandara Mutiara Sis Al Jufri saat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah akhir September lalu.

Berkat keberanian dan tanggung jawabnya,  Agung (panggilan akrab Anthonius Gunawan Agung) berhasil menyelamatkan ratusan nyawa penumpang Batik Air rute Palu-Makassar. Jumat (28/9) lalu, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6231 terbang sesuai jadwal, yakni pukul 17.55 WITA menuju Makassar.

Meski gempa bermagnitudo 7,4 SR mulai mengguncang Palu, Anthonius masih tetap setia menjalankan tugasnya mengarahkan sang pilot Batik Air hingga benar-benar lepas landas. Kejadian ini kemudian membawa Anthonius mendapat penghargaan Adikarya Dirgantara Pralapda.

Anthonius yang sebelumnya dimakamkan di Pemakaman Tionghoa, Kecamatan Manggala, Antang, Makassar, pada Minggu (11/11) jenazahnya dipindahkan keTaman Makam Pahlawan Panaikang, Makassar. Upacara pemindahan makam dipimpin langsung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sehari setelah peringatan Hari Pahlawan.

"Almarhum adalah pahlawan transportasi khususnya udara. Ini membuktikan bahwa tugas sebagai seorang ATC sebagai elemen-elemen transportasi udara penuh dengan tanggung jawab," ungkap Budi, usai menjadi inspektur pada apel persada MInggu (11/11/2018).

Budi kembali menyampaikan belasungkawa atas kepergian putra bangsa yang sangat memegang teguh tanggung jawabnya. Ia mengaku salut dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya pada Anthonius.

Pemindahan pemakaman putra pasangan Yohanes dan Anastasia itu diikuti oleh seribu siswa transportasi di Makassar. Hal itu kata Budi, untuk menunjukkan bahwa bekerja di bidang transportasi bukanlah hal yang mudah.

"Transportasi memiliki filosofi yaitu keselamatan adalah utama. Saya berharap pengorbanan dari Antonius yang dimakamkan di TMP ini menjadi simbol bagi kami semuanya, bagi adik-adik yang masih sekolah bahwa kita harus memperhatikan safety," jelas Budi.

Untuk diketahui, Anthonius baru lima bulan bertugas di Tower ATC AirNav Indonesia Cabang Palu. Di keluarganya pria kelahiran Papua 24 Oktober 1996 itu dikenal sebagai orang yang ramah dan hangat. Sejak berkuliah di Makassar, Anthonius tinggal bersama neneknya di Jalan Onta Baru.

Upacara pemindahan pemakaman Anthonius di TMP Panaikang tak hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat. Apel Persada itu juga dihadiri Dirjen Perhubungan Udara Indonesia, Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto, dan Kepala Dinas Sosial Sulsel Andi Ilham Gazaling.

Sebelumya AirNav Indonesia juga telah memberikan penghargaan kepada Anthonius. Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan, penghargaan itu diberikan atas dedikasinya mewujudkan keselamatan penerbangan.

"Kami memberikan penghargaan kepada almarhum dengan menaikkan pangkatnya sebanyak dua tingkat serta bentuk apresiasi lainnya kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkap Novie.

Sumber : Bisnis.com