Evakuasi Korban Bencana Sulteng telah Dihentikan, Jenazah Masih Terus saja Ditemukan

Warga mengambil sisa-sisa bangunan yang masih bisa digunakan di lokasi terdampak pergerakan atau pencairan tanah (likuifaksi) di Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (14/10/2018). - ANTARA FOTO/Yusran Uccang
21 Oktober 2018 07:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Sudah tiga pekan usai bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan meskipun evakuasi korban bencana di Sulawesi Tengah sudah dihentikan, petugas dan relawan masih menemukan korban meninggal dunia.

"Hampir setiap hari, petugas dan relawan menemukan korban saat melakukan pembersihan reruntuhan dan puing-puing bangunan atau lingkungan di daerah terdampak bencana," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Proses pencarian dan evakuasi korban meninggal dunia telah dihentikan pada Kamis (12/10/2018), sesuai dengan prosedur standar operasional Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Hingga Sabtu, korban meninggal dunia yang tercatat 2.113 orang. Seluruh korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik secara massal maupun oleh keluarganya.

"Pembersihan puing-puing bangunan terus dilakukan petugas gabungan bersama relawan. Sebanyak 14.604 petugas gabungan dari TNI/Polri, sipil dan relawan dikerahkan untuk penanganan darurat," kata Sutopo.

Selain itu, 251 alat berat, terdiri atas 64 unit dari TNI dan 187 unit dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dikerahkan untuk pembersihan lingkungan dan lainnya dari puing-puing.

"Percepatan pemulihan dampak bencana terus diintensifkan, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar dan normalisasi kehidupan masyarakat," katanya.

Sumber : Antara