Advertisement

Kasus Ratna Sarumpaet Diduga Kuat Bakal Diseret ke Masalah Politik

Newswire
Rabu, 10 Oktober 2018 - 14:50 WIB
Bhekti Suryani
Kasus Ratna Sarumpaet Diduga Kuat Bakal Diseret ke Masalah Politik Aktifis perempuan Ratna Sarumpaet memberi keterangan tentang kasus penganiyaannya yang tersebar ke media sosial saat konferensi pers di rumahnya, Kampung Melayu kecil, Jakarta, Rabu (3/10/2018). - Suara.com/Muhaimin A Untung

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus skandal hoaks aktivis Ratna Sarumpaet dinilai akan merembet ke masalah politik hingga mempengaruhi proses pemilihan pada 2019 mendatang.

Ketua Umum Persaudaraan 212, Slamet Ma'arif menjelaskan bahwa ada semacam skenario yang dibuat pemerintah, untuk menyeret nama Prabowo dan tokoh oposisi lainnya ke dalam lingkaran hukum dalam kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.

Advertisement

"Ada semacam skenario kasus ini akan dibawa ke arah politik, Prabowo, Amien Rais, Hanum Rais, Fadli Zon itu kan satu tim dengan Ratna yang mengaku mendengar ada ibu-ibu yang dianiaya, sebagai seseorang yang punya empati dan simpati, mereka pasti datang ke rumahnya untuk mengetahui dan bersimpati akan kasus tersebut," jelas Slamet dalam pembicaraan di iNews Sore, Selasa (9/10/2018).

Sementara itu, Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani mengungkapkan bahwa kasus Ratna Sarumpaet merupakan kasus hukum biasa. Termasuk pemanggilan Amien Rais Cs yang merupakan proses normatif dalam suatu proses hukum.

"Kalau melihat konstruksi dan peristiwa hukumnya, ini kasus hukum biasa saja, ini suatu proses normatif yang harus dilalui bu Ratna yang sudah jadi tersangka, sehingga polisi butuh keterangan dari beberapa saksi," jelas Ismail.

Namun, Ismail tak menampik bahwa kasus Ratna Sarumpaet sangat erat dengan nuansa politik. Ia membeberkan dua sebab mengapa hal tersebut bisa terjadi. Pertama, jelas Ismail, yang dipanggil sebagai saksi merupakan tokoh politik besar.

"Kedua, tak bisa dipungkiri, situasi politik kita sedang tidak bagus ya, momen adanya kasus Ratna berbarengan dengan adanya proses pemilihan presiden. Mau tak mau, kasus ini akan mempengaruhi sisi elektoral dari calon-calon yang mengikuti pemilu," pungkas Ismail.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kisah Suparjono Menjaga Depo Pringgokusuman Jogja Tetap Nol Sampah

Kisah Suparjono Menjaga Depo Pringgokusuman Jogja Tetap Nol Sampah

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement