Lelang Aset Koruptor di BPA Fair Laris, Harley hingga BMW Terjual
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Foto ilustrasi menu MBG berupa makanan kering, dibuat menggunakan Artifical Intelligence.
Harianjogja.com, SAMPANG — Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang bersama Badan Gizi Nasional turun langsung melakukan penelusuran terkait temuan pembagian makanan program MBG yang dikemas menggunakan tas kresek dan viral di media sosial.
Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, menyampaikan bahwa tim telah mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan, tepatnya di Desa Robatal, Kecamatan Robatal.
“Hari ini kami turun langsung menemui penerima manfaat untuk melakukan konfirmasi,” ujarnya, Jumat (3/4).
Diduga Langgar SOP
Sudarmanto menegaskan, distribusi makanan dalam program MBG seharusnya mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Salah satu ketentuan penting adalah penggunaan wadah makanan yang layak, seperti ompreng, guna menjaga kualitas gizi dan suhu makanan.
Menurutnya, penggunaan tas kresek tidak sesuai dengan standar tersebut, karena berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang diterima oleh balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai sasaran program.
“Penyajian harus menggunakan wadah yang sesuai agar kandungan gizi tetap terjaga,” jelasnya.
Klarifikasi Masih Berlangsung
Selain menemui warga penerima manfaat, Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional juga melakukan klarifikasi terhadap pihak SPPG yang bertanggung jawab dalam distribusi program.
Namun, hingga kini hasil pemeriksaan belum diumumkan secara rinci. Pihak Satgas menyebut temuan tersebut masih dalam proses pembahasan lebih lanjut.
“Nanti akan kami sampaikan setelah ada keputusan,” kata Sudarmanto.
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, video pembagian menu MBG di Desa Robatal menjadi perbincangan publik setelah paket makanan dibagikan tidak menggunakan wadah standar. Menu yang terdiri dari nasi, ayam goreng, sayuran, tahu, dan buah justru dikemas dalam keranjang, nampan plastik, hingga tas kresek.
Tak hanya di Robatal, temuan serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, di mana makanan program MBG dibungkus menggunakan kertas.
Kondisi ini menuai sorotan karena dinilai tidak sesuai dengan tujuan program MBG yang mengedepankan kualitas gizi dan standar penyajian yang layak bagi kelompok rentan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.