Parah, Setiap Harinya, Polri Temukan 3.500 Berita Bohong

Cawapres Sandiaga Uno dan Cawapres Ma'ruf Amin mengambil nomor urut tahap pertama di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - Suara.com/Muhaimin A Untung
22 September 2018 13:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Penyebaran berita bohong menjadi fokus kepolisian jelang pelaksanaan Pemilihan Umum 2019.

Kabiro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Budi Setiawan mengatakan, berita hoaks berpotensi menjadi ancaman dalam masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Masifnya berita hoax akhir-akhir ini di dunia maya, khususnya media sosial, dampak dari gelombang kemajuan teknologi yang pesat.

Budi mengungkapkan, data terbaru Multimedia Divisi Humas Mabes Polri telah termonitor sebanyak 3.500 berita hoaks dalam sehari.

Karena itu, dia menilai berita hoaks jadi momok menakutkan ditengah-tengah pesta demokrasi yang akan segera dimulai.

"Sebenarnya, ada cukup banyak. Bahkan sehari bisa ribuan karena data yang krusial 3.500. Nah ini cukup masif," kata Budi dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).

Atas hal tersebut, Budi mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan. Mabes Polri, lanjutnya, telah melakukan antisipasi dengan melakukan pengembangan terhadap media sosial.

"Oleh karena itu, Mabes Polri mengantisipasi dengan mengembangkan organisasi biro multimedia untuk memonitor. Mungkin medsos [tujuannya baik] untuk bincang-bincang. Namun, ada hal-hal yang disalahgunakan," tutur Budi.

Lebih jauh, Budi mengimbau kepada pengguna media sosial atau netizen agar lebih cermat dalam memilah kebenaran sebuah berita.

"Kita lakukan soaialisai dan pengertian. Apa itu hoaks dan berita bohong. Banyak netizen yang ingin cepat eksis dan menjadi nomor satu serta paling tahu. Dia lupa, tidak mencerna dulu atau mempelajari dulu akibat-akibatnya," tandas Budi.

Sumber : suara.com