Advertisement
Hasil Survei, Jokowi Lebih Unggul dari Prabowo Subianto
Presiden Joko Widodo menyambangi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, di Hambalang, Bogor. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Elektabilitas bakal calon presiden Joko Widodo mengungguli Prabowo Subianto. Hal ini dinyatakan Alvara Research Center saat merilis hasil survei nasional tentang tiga kunci kemenangan Pemilihan Presiden 2019.
"Elektabilitas Jokowi pada bulan Februari mencapai 52,0%, Mei 52,3%, Juli 52,6%, dan kini setelah pendaftaran capres-cawapres mencapai 53,7%," kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali di Jakarta, Minggu (26/8/2018).
Advertisement
Sementara, Prabowo di Februari meraih elektabilitas sebesar 33,2%, lalu Mei 33,6%, Juli 35,4%, dan pada Agustus mencapai 36,8%.
"Jokowi dan Prabowo kedua tokoh capres elektabilitasnya semakin menguat meskipun saat ini Prabowo belum mampu mengejar ketertinggalan dari Jokowi. Namun mengingat jadwal kampanye sangat panjang, dinamika persaingan di antara keduanya akan semakin menarik," jelas Hasanuddin.
BACA JUGA
Survei nasional Alvara Research Center dilakukan pada 12-18 Agustus 2018. Riset ini menggunakan metode multi-stage random sampling dengan melibatkan 1.500 responden berusia 17 tahun ke atas.
Sampel diambil di seluruh provinsi Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk. Margin of error dalam survei ini sebesar 2,53% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Perbaikan Permanen Jalan Wunut Bantul Ditarget Akhir 2027
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tak Kuat Menanjak Truk Bermuatan Kayu Tabrak Mobil di Dlingo Bantul
- Korsleting Picu Kebakaran Rumah Lansia di Kulonprogo
- IHSG Tembus 9.000, Menkeu Purbaya Yakin Tren Berlanjut
- Petugas Haji dari TNI-Polri Ditambah Dua Kali Lipat
- Bonus SEA Games Cair, Atlet Emas Terima Rp1 Miliar
- Sering Timbul Genangan, Luweng Gabluk Ponjong Dinormalisasi Tahun Ini
- Satgas PKH Ungkap 12 Perusahaan Diduga Picu Banjir Sumatera
Advertisement
Advertisement





