Danantara Buka Peluang Pembiayaan Proyek Sampah Jadi Listrik
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah memastikan skema kerja dan status manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih menjadi perhatian utama dalam penguatan ekonomi desa. Para manajer yang lolos seleksi akan dikontrak selama dua tahun sebelum beralih peran sebagai petugas koperasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa skema awal menggunakan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara.
"Untuk sementara (PKWT) dua tahun. Nanti setelah dua tahun akan menjadi petugas koperasi," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin.
Dengan pola tersebut, para manajer pada tahap awal berstatus sebagai pegawai Agrinas Pangan. Skema ini dinilai penting untuk memastikan pembentukan dan operasional awal Kopdes Merah Putih berjalan optimal di berbagai daerah.
Terkait penghasilan, pemerintah menegaskan gaji para manajer selama masa kontrak akan dibayarkan oleh Agrinas Pangan karena status mereka masih berada di bawah BUMN tersebut.
"Nanti itu karena pegawai Agrinas, tentu Agrinas Pangan yang akan membayar," katanya.
Meski demikian, pemerintah belum merinci besaran gaji maupun sumber pendanaan secara detail bagi para manajer Kopdes Merah Putih. Informasi tersebut masih dalam tahap penyusunan lebih lanjut.
Program ini mendapat respons tinggi dari masyarakat. Dari total 30.000 posisi yang dibuka, jumlah pelamar mencapai 639.732 orang hingga penutupan pendaftaran pada 24 April 2026. Angka ini mencerminkan tingginya minat terhadap peran strategis di Kopdes Merah Putih.
Pemerintah menegaskan Kopdes Merah Putih dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan, sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.
Melalui koperasi ini, rantai pasok diharapkan menjadi lebih pendek sehingga distribusi barang lebih efisien dan posisi tawar petani serta pelaku usaha desa semakin kuat. Selain itu, Kopdes Merah Putih akan berfungsi sebagai offtaker yang menyerap hasil produksi masyarakat agar harga komoditas tetap stabil.
Tidak hanya berperan dalam sektor ekonomi, Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan menjadi kanal distribusi bantuan sosial dan barang subsidi dari pemerintah agar lebih tepat sasaran, terutama bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Kamis (23/7/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Pembangunan PSEL di Bawuran, Piyungan, Bantul ditargetkan mulai akhir 2026. Pemerintah mempercepat pematangan lahan hingga finalisasi pasokan sampah.
Cak Imin memastikan Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak Harlah Ke-28 PKB pada Kamis 23 Juli 2026 dan akan menyampaikan pidato.
Simak daftar rute Trans Jogja terbaru 2026 beserta tarif terkini. Jaringan layanan makin luas dengan akses antarkoridor yang semakin terintegrasi.