Advertisement
Duka Korban Kecelakaan KA Bekasi, Kisah Adelia dan Nurlaela
Keluarga korban kecelakaan kereta api Bekasi Timur berduka. Simak kisah pilu Adelia dan Nurlaela yang menjadi korban dalam insiden tragis tersebut. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Isak tangis tak terbendung menyelimuti suasana duka di sejumlah rumah duka pasca insiden tragis tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026. Peristiwa kelam ini tidak sekadar menjadi catatan angka statistik kecelakaan transportasi, melainkan telah merenggut mimpi dan harapan dari pribadi-pribadi yang dikenal berdedikasi tinggi di lingkungan keluarga maupun tempat kerja mereka.
Salah satu rumah yang diliputi suasana haru adalah kediaman keluarga Adelia Rifani di Perumahan Bekasi Regensi 1, Wanasari, Cibitung. Bagi Rusli, sang ayah, malam kejadian adalah momen yang akan terus membekas dalam ingatannya.
Advertisement
Malam itu, ia sudah bersiap menjemput putrinya di Stasiun Cibitung sesuai dengan rutinitas harian yang mereka jalani. Namun, hingga larut malam, sang putri tidak memberikan kabar sama sekali. Biasanya saya jemput.
Malam itu sudah siap-siap, tapi sampai sekitar jam setengah 10 tidak ada kabar, ujar Rusli dengan suara lirih. Harapan untuk bertemu kembali pupus setelah pencarian panjang ke sejumlah rumah sakit berakhir di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur menjelang tengah malam.
BACA JUGA
Adelia, lulusan Geofisika Universitas Brawijaya, merupakan sosok muda yang baru merintis karier di Jakarta selama empat bulan di PT Ivonesia Solusi Data. Di mata orang terdekatnya, ia dikenal sebagai pribadi yang hangat, aktif bersosialisasi, dan memiliki semangat kemandirian yang tinggi.
Kepergian putri bungsu pasangan Arni Ramlah dan Haerusli ini meninggalkan lubang besar bagi keluarga serta rekan-rekan di lingkungannya. Tokoh masyarakat setempat, Budi Muhammad Mustofa, menyampaikan simpati mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, seraya mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu, hadir pula Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang datang untuk menyampaikan belasungkawa resmi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi kepada keluarga korban.
Kisah pilu lainnya datang dari keluarga Nurlaela, seorang guru di SD Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur, yang tinggal di Kampung Ceger, Tanjungbaru, Cikarang Timur. Nurlaela, atau yang akrab disapa Bu Guru Ela, sempat membuat keluarga panik karena keberadaannya tidak diketahui sejak Senin malam.
Paman korban, Mulyadi, menceritakan bahwa jenazah akhirnya tiba di rumah duka pada dini hari setelah pencarian intensif dilakukan. Ia merupakan sosok pekerja keras yang baru saja meraih gelar magister dari Universitas Negeri Jakarta tiga bulan lalu.
Selain mengabdi sebagai pendidik, almarhumah juga memegang tanggung jawab sebagai bendahara dan pengelola perpustakaan sekolah. Nurlaela meninggalkan seorang anak yang kini masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar, menambah pilu kenangan akan dedikasi sang guru bagi dunia pendidikan nasional.
Kehilangan sosok-sosok berharga ini mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menaruh perhatian lebih serius terhadap sistem keselamatan perlintasan kereta api di wilayah tersebut.
Pemerintah berencana melakukan pemetaan secara komprehensif terhadap titik-titik rawan kecelakaan guna merumuskan langkah antisipatif agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
Perjalanan yang selama ini menjadi rutinitas harian bagi para korban telah terhenti seketika, namun komitmen untuk memperbaiki aspek keselamatan transportasi kini menjadi prioritas utama bagi otoritas setempat sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi mereka yang telah berpulang dalam kecelakaan tersebut, sekaligus menjamin keamanan bagi seluruh pengguna jasa transportasi kereta api ke depannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Duka Korban Kecelakaan KA Bekasi, Kisah Adelia dan Nurlaela
- Kecelakaan KA Bekasi Timur, Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban
- Seskab: Taksi Green SM Dievaluasi, Flyover Disiapkan
- Kereta Tak Bisa Berhenti Mendadak Pelajaran Mahal dari Tragedi Bekas
- RS Polri Buka Posko, Proses Identifikasi 14 Jenazah Tabrakan Kereta
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- UGM Gelar CITIEA 2026, Sinergi Vokasi RI-Tiongkok
- Update Daftar 15 Nama Korban MD Kecelakaan KA di Bekasi Timur
- DPRD DIY Ajak Warga Ponjong Disiplin Kelola Sampah dari Rumah
- GoSend Perkuat Standar Keamanan dengan Hadirkan Kode Terima Paket
- Kartini Ride Surakarta: Touring Yamaha Classy Tiga Generasi
- Prediksi Arema vs Persebaya: Agresif vs Pragmatis
- Susi Pudjiastuti Jadi Komut Bank BJB, Ini Susunan Direksi Baru
Advertisement
Advertisement









