Suadesa Festival 2026, PGN Dorong UMKM Desa Naik Kelas
Suadesa Festival 2026 digelar di Sleman pada 22–23 Agustus, menghadirkan UMKM, seni budaya, Jikustik, The Rain, dan kegiatan lingkungan.
FOTO ILUSTRASI. Orang-orang membersihkan puing-puing bangunan yang rusak setelah serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, 11 Oktober 2024. – ist/Antara
Harianjogja.com, WASHINGTON—Lebanon dan Israel didorong segera menempuh jalur diplomatik untuk menghentikan permusuhan, seiring rencana pembicaraan tidak langsung di Washington.
Dorongan ini disampaikan Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric yang meminta kedua pihak memanfaatkan seluruh kanal diplomasi, termasuk menyelesaikan ketentuan yang masih tertunda dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.
“Kami mendorong Lebanon dan Israel untuk memanfaatkan semua jalur diplomatik yang ada untuk segera mengakhiri permusuhan,” ujarnya.
PBB menyatakan siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi proses diplomasi tersebut. Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, terus menjalankan peran sebagai penengah guna mendorong tercapainya gencatan senjata permanen.
Pertemuan di Washington menjadi bagian dari langkah lanjutan setelah kedua pihak sepakat berdialog pascagencatan senjata yang dimediasi Pakistan dalam konflik regional sebelumnya.
Tekanan Global Kian Menguat
Dukungan terhadap penghentian konflik juga datang dari Inggris. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyerukan agar Lebanon dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah.
Ia menilai serangan terhadap Lebanon telah menimbulkan dampak kemanusiaan serius dan harus segera dihentikan.
“Kami menyerukan agar Lebanon segera dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata,” kata Starmer di parlemen.
Starmer juga menegaskan Hizbullah perlu melucuti senjata, namun serangan terhadap Lebanon dinilai tidak tepat dan berisiko memperparah krisis.
Selain itu, ia mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait ancaman terhadap Iran yang dinilai tidak dapat dibenarkan.
Dampak Konflik Masih Terasa
Di tengah dorongan diplomasi, konflik yang berlangsung sejak akhir Februari telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan sedikitnya 1 juta orang mengungsi.
Eskalasi bermula setelah perang gabungan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang kemudian diikuti serangan ke wilayah Lebanon.
Hizbullah sempat menghentikan serangan setelah adanya gencatan senjata, namun kembali melancarkan aksi setelah serangan besar Israel ke Lebanon.
Israel kemudian melanjutkan operasi militer, termasuk operasi darat di Lebanon selatan sejak pertengahan Maret.
Situasi Lapangan Belum Stabil
Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) masih menjalankan operasi untuk melindungi warga sipil dan memastikan akses kemanusiaan.
Namun, ketegangan di lapangan masih terjadi, termasuk insiden penghalangan konvoi PBB di dekat Shama serta tembakan peringatan di At Tiri.
PBB mengingatkan semua pihak untuk tetap menghormati kewajiban melindungi pasukan penjaga perdamaian di tengah konflik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Suadesa Festival 2026 digelar di Sleman pada 22–23 Agustus, menghadirkan UMKM, seni budaya, Jikustik, The Rain, dan kegiatan lingkungan.
Jadwal Kereta Bandara YIA Jumat 21 Agustus 2026 tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan menuju dan dari YIA.
Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 21 Agustus 2026 tersedia lima perjalanan dari masing-masing stasiun. Cek jam keberangkatannya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Stasiun Jogja, termasuk waktu di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di tiap stasiun.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.