Bareskrim Turun ke Blora, Data Sumur Minyak Rakyat untuk Penataan
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.
Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Kloer,. Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Darya-Varia Laboratoria Tbk kembali menghadirkan program D-STAR 2026 (Darya-Varia Scholarship for Talented Aspiring Women Researchers). Mengusung tema Empowering Women Researchers to Level Up as Future Leaders, program ini tidak sekadar memberikan beasiswa, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kepemimpinan, riset, serta jejaring profesional bagi mahasiswi berpotensi di Indonesia.
Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Kloer, menegaskan bahwa investasi pada talenta merupakan bagian penting dalam membentuk masa depan sektor kesehatan.
“Di momentum 50 tahun ini, kami ingin memastikan kontribusi tidak hanya melalui produk kesehatan, tetapi juga melalui pengembangan talenta yang akan menjadi penggerak inovasi di masa depan,” ujarnya dikutip Kamis (30/7/2026)
Memasuki tahun ketiga, D-STAR berkembang menjadi program komprehensif yang mencakup pendanaan penelitian, mentoring dari praktisi industri, hingga penguatan kapasitas kepemimpinan. Program ini juga menjadi upaya nyata untuk mendorong lebih banyak perempuan terlibat dalam riset dan inovasi kesehatan.
Tahun ini, salah satu fokus utama penelitian adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Hal ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan gender dalam penggunaan teknologi. Data global menunjukkan laki-laki menggunakan AI generatif 16–22% lebih tinggi dibandingkan perempuan, sementara perempuan baru mengisi sekitar 26% peran spesialis AI di industri.
Direktur Growth Ventures Darya-Varia, Astry Tri Astuti, menilai pentingnya membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang di dunia riset dan inovasi.
“Perempuan Indonesia memiliki potensi luar biasa. Ketika diberi kesempatan, mereka mampu menjadi peneliti, inovator, sekaligus pemimpin yang berdampak,” katanya.
Selain itu, D-STAR 2026 juga memperluas kolaborasi akademik dengan bergabungnya Universitas Pancasila sebagai mitra baru. Sebelumnya, program ini telah bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Institut Teknologi Bandung.
Dari sisi dukungan, Darya-Varia meningkatkan nilai dan cakupan beasiswa. Program ini menawarkan Beasiswa Utama sebesar Rp30.000.000, serta dua kategori tambahan yakni D-STAR Achievement Scholarship dan D-STAR Appreciation Scholarship masing-masing senilai Rp5.000.000 untuk tiap universitas mitra.
Guru Besar Sekolah Farmasi ITB, Prof. Ilma Nugrahani, menilai kolaborasi industri dan akademik menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem riset yang kuat.
“Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga ekosistem yang mendukung perempuan untuk berkembang dan memimpin di sektor kesehatan,” ujarnya.
Melalui D-STAR 2026, Darya-Varia berharap dapat memperluas representasi perempuan di dunia riset sekaligus melahirkan inovasi kesehatan yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.
Sebanyak 20 pemain muda Ethiopia dilaporkan menghilang usai mengikuti Gothia Cup 2026 di Swedia. Polisi menyebut mereka diduga pergi atas kemauan sendiri tanpa
China resmi larang warganya berpacaran dengan AI di tengah krisis populasi. Pengguna chatbot patah hati setelah fitur AI pendamping dinonaktifkan
Beban pegawai dalam APBN 2025 mencapai Rp512,60 triliun, naik 7,58% dibandingkan 2024. Polri, Kemenhan, dan Kemenag menjadi instansi dengan beban pegawai terbes
FIFA resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup 2026 yang masuk kalender resmi FIFA. Indonesia menjadi tuan rumah Premier Division dengan hadiah juara mencapai US$1 juta.
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!