Terlibat Kasus Haji Ilegal, 24 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi
Sebanyak 24 WNI masih menjalani proses hukum kasus haji ilegal di Arab Saudi. KJRI Jeddah memastikan pendampingan kekonsuleran terus diberikan.
Jemaah haji yang menggunakan kursi roda menggunakan jalur prioritas untuk menaiki bus shalawat di Terminal Ajyad, Makkah pada Kamis (14/5/2026) malam. / dok. Media Center Haji (MCH) 2026
Harianjogja.com, MAKKAH — Lonjakan jemaah menjelang puncak ibadah haji 2026 mendorong Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan skema layanan khusus di Terminal Ajyad, Makkah. Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah menghadirkan jalur prioritas bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) agar akses menuju bus shalawat lebih aman dan nyaman.
Jalur khusus tersebut ditempatkan di pintu 3A Terminal Ajyad dan difokuskan bagi jemaah lansia, pengguna kursi roda, serta mereka yang memiliki keterbatasan fisik, khususnya yang tinggal di kawasan Misfalah. Kebijakan ini diambil untuk meminimalkan risiko berdesakan di tengah antrean padat.
Kepala Pos Terminal Ajyad, M. Rif’at Sitorus, menjelaskan pengaturan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan jemaah.
“Untuk pengaturan lansia kita di Terminal Ajyad ada 3 pintu. Pintu 3A itu kita khususkan untuk lansia atau risti,” ujar Rif’at saat ditemui tim Media Center Haji (MCH), Kamis (14/5/2026) malam.
Lansia Diprioritaskan, Hindari Antrean Padat
Di lapangan, sejumlah jemaah lansia terlihat menggunakan kursi roda dengan pendampingan keluarga maupun petugas. Mereka langsung diarahkan ke jalur khusus tanpa harus berdesakan dengan jemaah lain.
Setelah masuk melalui pintu prioritas, petugas akan memastikan jemaah menuju rute bus yang sesuai dengan sektor dan lokasi hotel masing-masing.
“Ketika mereka sudah diarahkan ke pintu 3 khusus lansia, nanti petugas akan mengarahkan ke rute bus yang seharusnya dinaiki,” katanya.
Terminal Ajyad sendiri menjadi salah satu simpul utama transportasi jemaah Indonesia dari dan menuju Masjidil Haram, terutama bagi mereka yang menginap di wilayah Misfalah.
Sistem Buka Tutup untuk Kendalikan Kepadatan
Selain jalur prioritas, PPIH juga menerapkan sistem buka-tutup akses terminal saat jam sibuk. Pola ini bertujuan mengatur arus jemaah agar tetap terkendali dan mencegah penumpukan berlebih.
“Sehingga jemaah itu dapat masuk ke dalam bus dengan nyaman. Tidak ada dorong-dorongan, sehingga tidak harus khawatir jemaah tertinggal oleh bus,” ujar Rif’at.
Petugas transportasi tampak siaga di berbagai titik untuk mengatur pergerakan jemaah serta memastikan proses naik bus berjalan tertib.
Bus Shalawat Berhenti Sementara Tiap Jumat
PPIH juga mengingatkan adanya penghentian sementara operasional bus shalawat setiap Jumat pagi menjelang salat Jumat. Kebijakan ini mengikuti pengaturan dari otoritas setempat.
“Terminal Ajyad akan ditutup pukul 08.00, jadi tidak ada pergerakan armada bus ke pondokan,” katanya.
Jemaah diimbau berangkat lebih awal menuju Masjidil Haram agar tidak terhambat penutupan terminal dan lonjakan kepadatan.
Armada Terus Ditambah
Saat ini, sebanyak 109 armada bus shalawat telah beroperasi di Terminal Ajyad. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan seiring kedatangan jemaah gelombang kedua dari Jeddah ke Makkah.
“Untuk jumlah armada saat ini berjumlah 109 armada yang sudah beroperasi. Dan akan bertambah terus ketika jemaah sudah mulai berdatangan nanti dari Jeddah sampai 140 armada,” tutup Rif’at.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sebanyak 24 WNI masih menjalani proses hukum kasus haji ilegal di Arab Saudi. KJRI Jeddah memastikan pendampingan kekonsuleran terus diberikan.
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.