Siaga di Jamarat, Tim Khusus Haji Dikerahkan Antisipasi Darurat

Newswire
Newswire Jum'at, 29 Mei 2026 12:17 WIB
Siaga di Jamarat, Tim Khusus Haji Dikerahkan Antisipasi Darurat

Ibadah haji. /REUTERS-Ammar Awad

Harianjogja.com, MEKKAH — Upaya pengamanan dan perlindungan jamaah haji Indonesia terus diperkuat saat puncak ibadah di Mina. Kementerian Haji dan Umrah menyiagakan tim khusus bernama Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat untuk mengantisipasi kondisi darurat saat prosesi lontar jumrah berlangsung.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa MCR merupakan tim respons cepat yang bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, hingga membantu mengurai kepadatan jamaah di titik-titik rawan.

“Tim ini disiagakan langsung di kawasan Jamarat dan jalur perlintasan jamaah. Mereka akan merespons cepat setiap kondisi darurat yang terjadi di lapangan,” ujar Maria dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026)

Posko MCR ditempatkan di sejumlah titik strategis, baik di area utama Jamarat maupun di rute pergerakan jamaah dari tenda menuju lokasi lontar jumrah. Penempatan ini bertujuan agar petugas dapat memantau situasi secara real-time sekaligus memastikan setiap jamaah yang membutuhkan bantuan bisa segera ditangani.

Keberadaan MCR menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam menciptakan penyelenggaraan ibadah haji yang aman dan tertib. Tidak hanya itu, layanan ini juga dirancang ramah bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan jamaah perempuan.

Maria menegaskan bahwa perlindungan jamaah menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, petugas tidak hanya berjaga di tenda, tetapi juga disebar di jalur pergerakan, pos pemantauan, hingga titik yang berpotensi terjadi penumpukan massa.

“Setiap jamaah yang membutuhkan bantuan harus bisa ditangani dengan cepat. Petugas kami siaga di berbagai titik untuk memastikan keselamatan jamaah,” tegasnya.

Memasuki 11 Dzulhijjah 1447 Hijriah, jamaah haji Indonesia mulai melaksanakan lontar tiga jamarah, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. Momentum ini dikenal sebagai salah satu fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji karena tingginya mobilitas jamaah di area Jamarat.

Kemenhaj pun mengimbau jamaah agar disiplin mengikuti jadwal lontar yang telah ditentukan sesuai kloter masing-masing. Jamaah juga diminta tidak berangkat sendiri, melainkan tetap dalam kelompok dan didampingi petugas resmi.

Selain itu, jamaah diingatkan untuk menghindari waktu larangan lontar yang biasanya bertepatan dengan suhu ekstrem dan potensi kepadatan tinggi. Selama periode tersebut, jamaah disarankan tetap berada di tenda, menjaga kondisi fisik, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Untuk memperkuat pengamanan di Mina, sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina telah disiagakan. Mereka tersebar di berbagai titik, mulai dari jalur pergerakan jamaah, pos pemantauan, hingga pos koordinasi layanan darurat.

Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko sekaligus memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar di tengah tingginya aktivitas di kawasan Jamarat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online