Advertisement

Pupuk Indonesia Bidik Ekspor Urea, Pasokan Domestik Aman

Hafiyyan
Minggu, 19 April 2026 - 12:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Pupuk Indonesia Bidik Ekspor Urea, Pasokan Domestik Aman Pekerja mengangkut pupuk urea produksi PT Pupuk Indonesia - ist/Antara - PT Pupuk Indonesia

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) membuka peluang untuk memperluas ekspor pupuk urea ke pasar internasional di tengah gangguan rantai pasok global. Namun demikian, perusahaan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa ekspor hanya akan dilakukan jika ketersediaan pupuk domestik berada dalam kondisi aman. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Advertisement

“Ekspor hanya dilakukan jika kebutuhan dalam negeri cukup. Dalam kondisi global yang tidak menentu, Indonesia justru memiliki peluang untuk berperan sebagai penopang pasokan pupuk di kawasan,” ujarnya.

Menurut Rahmad, di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi distribusi komoditas, Indonesia berada pada posisi strategis sebagai salah satu produsen urea terbesar dunia. Hal ini membuka ruang bagi peningkatan kontribusi ekspor sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional.

Peluang tersebut semakin terbuka setelah sejumlah negara mulai menjajaki kerja sama impor pupuk dari Indonesia. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyebutkan setidaknya empat negara telah melakukan komunikasi, yakni Australia, India, Filipina, dan Brasil. Permintaan ini muncul di tengah terganggunya jalur distribusi global, termasuk dampak situasi di Selat Hormuz.

Meski demikian, Pupuk Indonesia memastikan ekspor tidak akan mengganggu kebutuhan petani dalam negeri. Penyaluran ke pasar internasional direncanakan dilakukan di luar musim tanam dan tetap mengacu pada penugasan resmi pemerintah.

Dari sisi kapasitas, perusahaan memiliki kemampuan produksi urea mencapai 9,4 juta ton per tahun, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional yang berada di kisaran 6 hingga 7 juta ton. Produksi ini didukung oleh ketersediaan gas alam domestik yang relatif stabil.

Hingga pertengahan April 2026, stok pupuk nasional tercatat sekitar 1,2 juta ton, baik subsidi maupun nonsubsidi. Produksi harian juga berjalan optimal dengan output urea sekitar 25.000 ton per hari serta pupuk NPK mencapai 15.000 ton per hari.

Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga keterjangkauan harga bagi petani melalui kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi yang telah diturunkan sejak Oktober 2025. Kebijakan tersebut dipastikan tetap berlaku meskipun harga pupuk di pasar global mengalami fluktuasi.

Dengan kombinasi kapasitas produksi yang kuat dan strategi distribusi yang terukur, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk, baik di dalam negeri maupun di tingkat regional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Wisatawan Kulonprogo Digulung Ombak di Pantai Watukodok, Kaki Terluka

Wisatawan Kulonprogo Digulung Ombak di Pantai Watukodok, Kaki Terluka

Gunungkidul
| Minggu, 19 April 2026, 16:17 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement