Advertisement
Serangan Memanas Korban di Lebanon Tembus Ratusan
Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Gelombang serangan udara Israel di wilayah Lebanon kembali memicu kecaman internasional setelah jumlah korban terus bertambah. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 112 orang tewas dan 837 lainnya luka-luka pada Rabu (8/4/2026).
Kondisi ini memicu reaksi keras dari Kementerian Luar Negeri Mesir yang menilai serangan tersebut berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.
Advertisement
"Republik Arab Mesir mengutuk keras serangkaian serangan udara Israel di berbagai wilayah Lebanon yang bersaudara. Serangan tersebut mencerminkan niat untuk melemahkan upaya de-eskalasi internasional dan merupakan upaya baru Israel untuk menyeret kawasan itu ke dalam kekacauan total," demikian bunyi pernyataan resmi.
Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Pernyataan ini menandakan konflik di Lebanon masih berpotensi berlanjut meski ada upaya meredakan ketegangan dengan Teheran.
BACA JUGA
Sebelumnya, Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran, termasuk komitmen pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.
Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengungkapkan rencana pembicaraan lanjutan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada Jumat mendatang.
Situasi ini menunjukkan upaya diplomasi masih berjalan di tengah meningkatnya eskalasi militer, dengan risiko konflik kawasan yang belum sepenuhnya mereda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Silaturahmi di Gunungkidul, Ini Pesan Penting Sultan HB X
- WFH ASN DIY Dimulai, Rabu Dipilih Hindari Efek Libur Panjang
- IUP Bermasalah Terancam Dicabut, Prabowo Beri Waktu Seminggu
- Prabowo: 70 Persen Energi Asia Timur Lewat Laut Indonesia
- Penyerbuan Al Aqsa Picu Kecaman, MHM Soroti Pelanggaran
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di DIY Mulai 9-11 April
- Pemerintah Pertimbangkan Stop Kirim PMI ke Timur Tengah
Advertisement
Advertisement







