Advertisement

Kasus Campak Naik, Nakes di Daerah Rawan Diprioritaskan Vaksin

Newswire
Rabu, 08 April 2026 - 14:47 WIB
Maya Herawati
Kasus Campak Naik, Nakes di Daerah Rawan Diprioritaskan Vaksin Ilustrasi vaksinasi / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Lonjakan kasus campak di sejumlah wilayah membuat tenaga kesehatan menjadi kelompok yang diprioritaskan untuk vaksinasi. Pemerintah menargetkan perlindungan bagi nakes yang berisiko tinggi tertular saat menangani pasien.

Langkah ini difokuskan di 14 daerah dengan kasus campak tertinggi, seiring munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah.

Advertisement

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, menyebut program ini menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan.

“Kemudian juga ditambah dengan 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang internship di seluruh Indonesia,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, vaksin campak selama ini diwajibkan untuk anak melalui tiga tahap pemberian, yakni usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat kelas 1 SD.

Namun dalam kondisi KLB, pemerintah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah dengan kasus tinggi untuk menekan penularan.

“Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi dalam hal ini para nakes, yang terutama yang bekerja langsung dengan pasien ini mengalami risiko tinggi terkait dengan penularan ini,” katanya.

Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah juga mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait perluasan penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma bagi orang dewasa.

Saat ini, ketersediaan vaksin MR secara nasional mencapai sekitar 9,8 juta dosis, dengan ketahanan stok sekitar 5,5 bulan.

Distribusi dan kualitas vaksin dipantau secara real-time melalui sistem SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik), dari tingkat provinsi hingga puskesmas.

Kemenkes juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi, terutama bagi tenaga kesehatan di wilayah rawan.

Di sisi lain, masyarakat tetap diingatkan untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sejak dini.

Menurut Lucia, vaksinasi yang diberikan sejak kecil seharusnya mampu memberikan perlindungan jangka panjang, meski masih ditemukan anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Ia mengimbau orang tua tidak menunda imunisasi anak untuk mencegah risiko penularan di masa mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

DIY Jajaki Kerja Sama Kereta Tanpa Rel dari Jogja ke Bantul

DIY Jajaki Kerja Sama Kereta Tanpa Rel dari Jogja ke Bantul

Jogja
| Rabu, 08 April 2026, 17:17 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement