Advertisement
Ketegangan Memanas, Iran Sebut Tak Ada Negosiasi dengan AS
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah Iran pada Senin membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat, bertolak belakang dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim telah terjadi komunikasi “produktif” antara kedua negara.
Mengutip laporan kantor berita semi-resmi Mehr News Agency, sumber dari Iran menegaskan bahwa “tidak ada dialog” yang berlangsung antara Teheran dan Washington.
Advertisement
Sumber tersebut menilai pernyataan Trump merupakan bagian dari strategi politik. Klaim itu disebut bertujuan menekan harga energi global sekaligus mengulur waktu untuk menjalankan rencana militer.
Meski demikian, sumber Iran mengakui bahwa sejumlah negara di kawasan telah mengajukan inisiatif untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat.
BACA JUGA
“Kami bukanlah pihak yang memulai perang ini, dan semua tuntutan tersebut harus diarahkan ke Washington,” ujarnya.
Trump Klaim Ada Percakapan Produktif
Sebelumnya, Trump menyatakan telah memerintahkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Keputusan itu diambil dengan alasan adanya komunikasi yang disebutnya “sangat baik dan produktif” dalam dua hari terakhir.
Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump mengklaim pembicaraan tersebut membahas penyelesaian menyeluruh konflik antara kedua negara di kawasan Timur Tengah.
Ia juga menyebutkan bahwa keputusan penundaan serangan militer bergantung pada kelanjutan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung.
Ketegangan Kawasan Terus Meningkat
Situasi ini terjadi di tengah eskalasi konflik regional sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Serangan balasan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada stabilitas pasar global serta sektor penerbangan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Top Ten News Harianjogja.com, Selasa 24 Maret 2025, Arus Balik Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Bangun Pagi Bisa Lebih Segar Jika Lakukan Ini Dulu
- Kemarau Lebih Panjang Diprediksi Mengancam Pangan Nasional
- Liga Spanyol 2026: Brace Vinicius Bawa Madrid Menangi Derby Panas
- Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Membebani Ginjal
- Jumlah Orang Kelaparan Berpotensi Melonjak Akibat Konflik di Iran
- Sejumlah Kota Besar Indonesia Berpotensi Dilanda Hujan Sangat Lebat
- Super Mario Berhasil Raih Poin di Moto 2 Brasil
Advertisement
Advertisement



