Advertisement
Agresi Israel di Lebanon Tewaskan 570 Orang dalam Sepekan Terakhir
Foto ilustrasi. / Api dan asap membubung dari bangunan pertanian di Lebanon selatan, seperti yang terlihat dari Kiryat Shmona di Israel utara yang berbatasan dengan Lebanon, menyusul pemboman oleh tentara Israel, pada 23 November 2023. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, BEIRUT–Eskalasi konflik bersenjata di wilayah Timur Tengah kian memanas setelah serangan militer Israel ke Lebanon dilaporkan menelan sedikitnya 570 korban jiwa.
Berdasarkan data terbaru dari pusat krisis Pemerintah Lebanon, selain korban tewas, tercatat sebanyak 1.444 warga sipil mengalami luka-luka akibat rangkaian agresi yang pecah sejak 2 Maret lalu.
Advertisement
Gempuran hebat yang dilancarkan tentara Israel menyasar berbagai titik strategis, termasuk sejumlah kawasan padat penduduk di ibu kota Beirut.
Situasi kemanusiaan dilaporkan memburuk setelah militer Israel melakukan serangan besar-besaran sebagai respons atas ketegangan yang meningkat di wilayah perbatasan dalam beberapa hari terakhir.
BACA JUGA
“Jumlah total korban agresi Israel sejak 2 Maret telah mencapai 570 orang, dengan 1.444 orang luka-luka,” tulis laporan resmi Pemerintah Lebanon sebagaimana dikutip pada Rabu (11/3/2026).
Konflik ini bermula ketika rangkaian roket ditembakkan dari wilayah Lebanon ke arah Israel pada awal Maret, di mana gerakan Hizbullah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Serangan balasan Israel yang membabi buta memicu gelombang pengungsian besar-besaran di seluruh penjuru negeri.
Ratusan ribu warga Lebanon kini mulai meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari perlindungan di lokasi yang dianggap lebih aman guna menghindari jatuhnya lebih banyak korban jiwa dari kalangan sipil.
Hingga saat ini, kondisi di Beirut dan sekitarnya masih diliputi ketidakpastian seiring dengan terus berlangsungnya kontak senjata antar kedua belah pihak. Pemerintah setempat dan lembaga kemanusiaan internasional terus berupaya menangani ribuan korban luka serta mengoordinasikan bantuan darurat bagi para pengungsi yang terus bertambah setiap jamnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- 95 Pelanggaran TKA SD-SMP Terungkap, Mayoritas Dilakukan Pengawas
- Fakta Baru! Sopir Taksi Listrik Baru 3 Hari Kerja Saat Kecelakaan
- Hasil TKA SD-SMP Diumumkan 26 Mei, Ini Cara Ceknya
- Mobil Tertabrak Kereta di Grobogan, 4 Tewas Termasuk Anak Balita
- Aksi Celurit Berujung Kecelakaan di Moyudan, Satu Remaja Diamankan
- Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Mei 2026 Lengkap Tugu-Palur
- FIB UGM Tegas, Tak Bela Dosen Terkait Kasus Daycare Little Aresha
Advertisement
Advertisement






