SPP Menunggak Rp336 Juta, 162 Ijazah SMK Solo Belum Diambil
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Presiden Prabowo
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan banyak pejabat tinggi negara, mulai dari menteri hingga kepala badan, harus menjalani perawatan di rumah sakit karena bekerja keras mengejar target pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Padi, Tebu, dan Kedelai di lahan garapan binaan TNI Lanud Abdurachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah, termasuk TNI dan Polri, yang dinilai bekerja keras tanpa mengenal waktu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pangan.
"Saya melihat kerja keras semua unsur. Menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat. Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri kepala badan, terus-terusan saja yang ambruk masuk rumah sakit karena kerja keras," katanya sebagaimana dilansir Bisnis.com.
Kejar Target demi Kesejahteraan Rakyat
Prabowo mengatakan seluruh upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pencapaian target pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya yang sangat melimpah sehingga rakyat tidak seharusnya hidup dalam kesulitan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja maksimal agar berbagai target dapat dicapai secepat mungkin.
"Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri," tuturnya.
Tekankan Pentingnya Kemandirian Bangsa
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pesan para tokoh bangsa yang mengajak masyarakat percaya terhadap kemampuan Indonesia sendiri.
Ia menegaskan tidak ada negara lain yang akan bersikap iba kepada Indonesia sehingga kemandirian menjadi faktor utama dalam membangun bangsa.
"Ratusan tahun mereka dateng mengambil kekayaan kita dan sampai hari ini pun ada negara negara lain yang selalu ingin ambil kejayan kita dan membiarkan rakyat kita miskin, maka dari itu kita tidak terima," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan peserta Panen Raya Padi, Tebu, dan Kedelai sebagai bagian dari penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong percepatan pencapaian target pembangunan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Afgan membuka konser Retrospektif di Jakarta untuk merayakan 18 tahun karier musiknya melalui konsep grand symphonic universe.
Basarnas memperluas area pencarian korban KM Nurul Salsa menjadi 448 mil laut persegi. Sebanyak 25 penumpang masih dalam pencarian.
Dosen UMY Aly Aulia menilai kasus dugaan pembakaran santri di Lombok menjadi momentum memperkuat sistem perlindungan anak di pesantren.
KPK menyebut tingginya biaya politik menjadi salah satu faktor risiko korupsi kepala daerah. Sebanyak 15 kepala daerah hasil Pilkada 2024 telah menjadi tersangk
Cak Imin meresmikan Sigap Bangsa, organisasi penanggulangan bencana bentukan PKB yang telah melatih 250 relawan tanggap bencana.