Anggaran Transfer ke Daerah Turun, Ekonom Soroti Resentralisasi
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
Presiden Prabowo
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan banyak pejabat tinggi negara, mulai dari menteri hingga kepala badan, harus menjalani perawatan di rumah sakit karena bekerja keras mengejar target pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Padi, Tebu, dan Kedelai di lahan garapan binaan TNI Lanud Abdurachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah, termasuk TNI dan Polri, yang dinilai bekerja keras tanpa mengenal waktu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pangan.
"Saya melihat kerja keras semua unsur. Menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat. Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri kepala badan, terus-terusan saja yang ambruk masuk rumah sakit karena kerja keras," katanya sebagaimana dilansir Bisnis.com.
Kejar Target demi Kesejahteraan Rakyat
Prabowo mengatakan seluruh upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pencapaian target pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya yang sangat melimpah sehingga rakyat tidak seharusnya hidup dalam kesulitan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja maksimal agar berbagai target dapat dicapai secepat mungkin.
"Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri," tuturnya.
Tekankan Pentingnya Kemandirian Bangsa
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pesan para tokoh bangsa yang mengajak masyarakat percaya terhadap kemampuan Indonesia sendiri.
Ia menegaskan tidak ada negara lain yang akan bersikap iba kepada Indonesia sehingga kemandirian menjadi faktor utama dalam membangun bangsa.
"Ratusan tahun mereka dateng mengambil kekayaan kita dan sampai hari ini pun ada negara negara lain yang selalu ingin ambil kejayan kita dan membiarkan rakyat kita miskin, maka dari itu kita tidak terima," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan peserta Panen Raya Padi, Tebu, dan Kedelai sebagai bagian dari penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong percepatan pencapaian target pembangunan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
BGN menginvestigasi dugaan penganiayaan di KPPG Bogor dan menyiapkan sidang etik kepegawaian terhadap terduga pelaku berinisial GD.
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
Protes biaya hidup di Prancis pada 17 Oktober 2026 dilaporkan berujung kerusuhan. Sekitar 1.200 orang ditangkap menurut naskah sumber.
Polri menyiapkan 70.000 polisi hutan sesuai arahan Prabowo untuk memperkuat perlindungan hutan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Polda DIY dan BNNP DIY merazia tempat hiburan malam di lima wilayah. Sebanyak 58 orang diperiksa, satu orang di Sleman positif amphetamine.