Advertisement

Pesawat Satena Jatuh di Andes Kolombia, Tewaskan 15 Orang

Jumali
Kamis, 29 Januari 2026 - 09:27 WIB
Jumali
Pesawat Satena Jatuh di Andes Kolombia, Tewaskan 15 Orang Ilustrasi kecelakaan pesawat - Foto dibuat oleh AI - StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Kecelakaan udara fatal terjadi di wilayah Pegunungan Andes, Kolombia, Rabu (28/1/2026), setelah pesawat Satena jenis Beechcraft 1900 dilaporkan jatuh menjelang pendaratan.

Insiden di jalur penerbangan regional Cucuta–Ocana tersebut menewaskan seluruh penumpang dan awak, dengan total korban jiwa mencapai 15 orang.

Advertisement

Pesawat bermesin ganda itu lepas landas dari Kota Cucuta yang berbatasan langsung dengan Venezuela dan dijadwalkan mendarat di Ocana dalam waktu sekitar 23 menit. Namun, komunikasi dengan menara pengawas udara terputus sesaat sebelum pesawat mendekati landasan, di tengah kondisi geografis Pegunungan Andes yang dikenal ekstrem.

AFP melaporkan, otoritas penerbangan kehilangan kontak dengan pesawat sebelum jadwal pendaratan, memicu operasi pencarian darurat oleh pemerintah Kolombia. Unit Angkatan Udara segera dikerahkan untuk menyisir lokasi jatuhnya pesawat yang berada di kawasan sulit dijangkau.

Gubernur Santander Utara, William Villamizar, mengonfirmasi bahwa tim penyelamat menemukan tujuh jenazah pada tahap awal evakuasi. Proses pencarian terus berlanjut untuk mengevakuasi seluruh korban yang berada di lokasi kecelakaan.

Dari total 15 korban jiwa, terdiri atas 13 penumpang dan dua awak pesawat, dua di antaranya merupakan tokoh politik nasional Kolombia. Mereka adalah anggota DPR Kolombia Diogenes Quintero serta politikus Carlos Salcedo yang diketahui sedang menjalankan perjalanan dinas.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan. Otoritas setempat masih menyelidiki kemungkinan cuaca buruk di kawasan Andes maupun dugaan gangguan teknis pada pesawat sebagai faktor pemicu tragedi tersebut.

Proses identifikasi penumpang lainnya masih dilakukan oleh pihak berwenang, seiring berlanjutnya evakuasi di medan pegunungan yang curam dan berisiko tinggi. Tantangan kondisi alam menjadi hambatan utama bagi tim penyelamat di lapangan.

Tragedi ini memicu duka nasional dan kembali menyoroti risiko penerbangan regional di Kolombia yang kerap berhadapan dengan cuaca ekstrem serta kontur geografis berat. Pemerintah Kolombia menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh seusai seluruh korban berhasil dievakuasi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan udara tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Karambol Sore Hari di Jalan Magelang, 6 Kendaraan Rusak

Karambol Sore Hari di Jalan Magelang, 6 Kendaraan Rusak

Sleman
| Kamis, 29 Januari 2026, 09:17 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement