Advertisement
Petir Menyambar Aksi Massa Bolsonaro, 89 Orang Luka di Braslia
Petir / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BRASIL—Aksi unjuk rasa ribuan pendukung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro di Praça do Cruzeiro, Brasília, berubah menjadi kepanikan massal setelah sambaran petir menghantam lokasi demonstrasi di tengah badai ekstrem. Sedikitnya 89 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden cuaca mematikan tersebut.
Otoritas setempat dalam laporan resmi yang dirilis dan dilansir dari Reuters, Selasa (27/1/2026) menyebutkan sebanyak 47 korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Dari jumlah tersebut, tujuh orang masih menjalani perawatan lanjutan meski kondisinya dilaporkan stabil, sementara korban lainnya telah diperbolehkan pulang.
Advertisement
Rincian cedera menunjukkan dampak sambaran petir tidak hanya terjadi secara langsung. Sebanyak 11 orang dilaporkan tersambar petir secara langsung, sedangkan 36 korban lainnya mengalami cedera tidak langsung akibat terjatuh, terkilir, hingga hipotermia karena hujan deras dan angin kencang.
Detik-detik mengerikan saat kilatan listrik raksasa menghantam kerumunan massa sempat terekam kamera warga dan menyebar luas di berbagai platform media sosial. Seusai kejadian, petugas pemadam kebakaran dan tim medis yang berjaga langsung memberikan pertolongan pertama kepada para korban di lokasi.
BACA JUGA
Insiden ini memicu perdebatan publik mengenai standar keselamatan dalam penyelenggaraan acara luar ruang di Brasil. Negara tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas petir tertinggi di dunia.
Berdasarkan data Institut Nasional Penelitian Antariksa Brasil (INPE), wilayah Brasil dihantam sekitar 78 juta sambaran petir setiap tahunnya. Khusus pada hari kejadian, INPE mencatat sedikitnya 64 sambaran petir terjadi di Distrik Federal.
Koordinator Kelompok Listrik Atmosfer INPE, Osmar Pinto Junior, melontarkan kritik keras terhadap penyelenggara aksi yang tetap melangsungkan demonstrasi meski kondisi cuaca memburuk.
“Acara itu semestinya ditunda atau dibatalkan karena tingkat keparahan badai,” tegas Osmar Pinto Junior.
Ia juga menekankan bahwa sambaran petir langsung merupakan ancaman mematikan dengan tingkat peluang hidup yang sangat rendah, sehingga protokol keselamatan wajib menjadi prioritas utama dalam kegiatan publik berskala besar.
Kementerian Kesehatan Brasil turut mengingatkan bahwa bahaya petir tidak hanya berasal dari sambaran langsung. Arus listrik yang merambat melalui tanah dari titik sambaran utama juga dapat melukai orang-orang di sekitarnya, yang menjelaskan mengapa banyak korban terluka meski tidak berada tepat di lokasi sambaran.
Tragedi di Brasília ini menjadi peringatan keras agar mitigasi risiko cuaca ekstrem tidak diabaikan dalam setiap kegiatan massal. Seusai insiden tersebut, desakan publik agar keselamatan warga ditempatkan di atas kepentingan politik semakin menguat di Brasil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tol Baru dan Mudik Gratis Gerus Penumpang Terminal Wates Kulonprogo
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Tak Semua Orang Perlu Multivitamin Ini Kata Ahli Gizi
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Ambisi Calafiori Bawa Timnas Italia Akhiri Kutukan Absen Piala Dunia
- Satoria Hotel Yogyakarta Hadirkan Paket Halalbihalal Magical Raya
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
Advertisement
Advertisement






