Advertisement
Kisah Terakhir Yoga Naufal Sebelum Pesawat IAT Hilang Kontak
Keluarga ungkap komunikasi terakhir Yoga Naufal, pegawai KKP penumpang pesawat ATR 42-500 IAT yang hilang kontak di Sulsel. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Keluarga mengungkap momen komunikasi terakhir dengan Yoga Naufal, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Sulawesi Selatan. Percakapan tersebut menjadi kenangan terakhir sebelum kabar musibah diterima keluarga.
Adik Yoga, Sultan, menceritakan pertemuan terakhir berlangsung pada Kamis (15/1) malam di kediaman mereka di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat itu, Yoga menjemput Sultan yang baru pulang dari perjalanan wisata edukasi ke Kuningan.
Advertisement
“Kamis (15/1) malam terakhir ketemu. Abang jemput saya habis perjalanan wisata edukasi (study tour) ke Kuningan, terus ngobrol banyak soal cita-cita,” kata Sultan saat ditemui di rumahnya, Selasa.
Usai mengantar Sultan dan berbincang singkat bersama keluarga, Yoga kembali ke unit apartemennya yang berada di lantai berbeda. Sultan dan ibunya tinggal di lantai 10, sedangkan Yoga menempati unit di lantai empat gedung yang sama.
BACA JUGA
Sultan menuturkan kabar musibah tersebut pertama kali diketahui keluarga ketika dirinya berada di apartemen milik Yoga di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan. Saat itu, Sultan baru saja kembali setelah membeli makanan.
Ia mendapati sang ibu dalam kondisi gemetar dengan suara yang terdengar serak.
“Saya lihat mama suaranya gemetar, ternyata sudah dengar kabar kalau Mas Yoga mengalami musibah,” ujar Sultan. Ia menambahkan bahwa kakaknya bekerja di KKP pada bidang fotografi.
Sultan menjelaskan bahwa dirinya tidak tinggal serumah dengan Yoga. Sang kakak menetap di apartemen, sementara Sultan tinggal bersama ibunya di unit lain di gedung yang sama.
Pada saat kejadian, Sultan sedang menemani ibunya yang dalam kondisi kurang sehat. Sebelum keberangkatan dinas, Yoga sempat mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp (WA).
“Biasanya sebelum berangkat selalu nelpon. Ini tidak, izinnya telat. Pas lagi terbang baru ngabari lewat WA,” katanya.
Dalam pesan tersebut, Yoga menyampaikan bahwa dirinya berada di Yogyakarta dan akan melanjutkan perjalanan menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah pesan itu dikirim, tidak ada lagi komunikasi lanjutan antara Yoga dan keluarga.
Informasi mengenai kecelakaan pesawat pertama kali diterima keluarga melalui kerabat yang menghubungi setelah melihat pemberitaan di televisi.
“Kerabat nelepon, katanya lagi nonton TV ada berita pesawat kecelakaan, terus mastiin ke keluarga. Ternyata benar Mas Yoga ada di pesawat itu,” kata Sultan.
Saat ini, ibu Yoga telah bertolak menuju Makassar untuk memastikan kondisi putranya sekaligus mengikuti perkembangan penanganan peristiwa tersebut.
Sebelumnya diberitakan, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin pada Sabtu (17/1) siang.
Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang. Ketiga penumpang merupakan pegawai KKP.
Mereka masing-masing adalah Ferry Irawan berpangkat Penata Muda Tingkat I dengan jabatan Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana berpangkat Penata Muda Tingkat I dengan jabatan Pengelola Barang Milik Negara, serta Yoga Naufal yang menjabat sebagai operator foto udara.
Sementara itu, kru pesawat berjumlah tujuh orang atau persons on board (POB), dengan pilot Captain Andi Dahananto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ada Diskon Tol 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Daftar Ruasnya
- Pejabat Kongres: AS Belum Punya Pertahanan Memadai Hadapi Drone Shahed
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
Advertisement
Ini Cara Kampung Wisata Cokrodiningratan Sulap Sampah Jadi Souvenir
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Selat Hormuz Terganggu, Saudi Aramco Naikkan Harga Minyak ke Asia
- BPOM Bongkar Peredaran Obat dan Kosmetik Ilegal di Marketplace
- Prediksi Celta Vigo vs Real Madrid: Ujian Berat Los Blancos
- BI Catat Penurunan Cadangan Devisa Indonesia pada Februari 2026
- Rhodamin B Ditemukan di Makanan, Pemkot Jogja Lacak Pemasok
- Industri Digital Indonesia Butuh Tambahan 150 Ribu Insinyur
- Peneliti BRIN Dorong Penambahan Telur pada Menu MBG Ramadan
Advertisement
Advertisement








