Advertisement

Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi

Newswire
Rabu, 14 Januari 2026 - 03:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi Orang-orang berkumpul di Lapangan Enghelab setelah seruan pemerintah untuk berunjuk rasa menentang protes baru-baru ini di seluruh negeri, meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel, di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu - pri.

Advertisement

Harianjogja.com, IRAN—Putra mendiang Shah Iran, Reza Pahlavi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan skema transisi kekuasaan bagi Iran melalui program Iran Prosperity Project. Rencana tersebut mencakup tahapan perubahan konstitusi hingga pemilu nasional setelah “pencopotan” otoritas yang saat ini berkuasa.

Dalam wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera yang dipublikasikan Selasa, Pahlavi menegaskan bahwa skenario transisi itu bukan gagasan baru. Ia mengklaim telah lama memetakan proses tersebut bersama para ahli dan kelompok pendukungnya.

Advertisement

Menurut Pahlavi, tidak akan terjadi kekosongan kekuasaan apabila pergantian rezim benar-benar berlangsung. Tahap awal rencana itu berfokus pada periode darurat selama 180 hari, yang diarahkan untuk menjamin kesinambungan layanan publik, keamanan, dan operasional pemerintahan.

Tahap selanjutnya adalah fase stabilisasi, mencakup pemulihan fungsi negara, penyediaan layanan dasar, stabilitas ekonomi, dan perbaikan tata kelola pemerintahan. Setelah dua fase tersebut berjalan, Iran akan memasuki proses konstitusional yang ditutup dengan penyelenggaraan pemilihan umum nasional.

Saat ditanya apakah ia berambisi mengembalikan sistem monarki, Pahlavi menegaskan dirinya tidak memihak bentuk negara tertentu. Ia memilih bersikap netral dalam masa transisi dan menyerahkan keputusan soal sistem politik masa depan kepada rakyat.

“Saya ingin rakyat Iran akhirnya dapat menggunakan hak mereka untuk memilih secara bebas,” ujar Pahlavi. Ia menekankan bahwa masa depan politik Iran harus ditentukan melalui mekanisme demokratis tanpa tekanan.

Lebih jauh, Pahlavi menjelaskan Iran Prosperity Project juga merancang peta jalan pemulihan ekonomi dan reintegrasi Iran ke komunitas internasional. Program itu disebut melibatkan lebih dari 100 pakar dari berbagai disiplin ilmu, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menyusun kebijakan jangka panjang pasca-transisi.

Sementara itu, Iran masih dilanda gelombang protes sejak akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap inflasi yang melonjak akibat melemahnya nilai tukar rial. Aksi demonstrasi meningkat pada 8 Januari setelah seruan dari Pahlavi, dengan pawai protes muncul di sejumlah kota.

Pada hari yang sama, akses internet di beberapa wilayah dilaporkan dibatasi. Sejumlah aksi bahkan berujung bentrokan dengan aparat keamanan, disertai teriakan slogan-slogan kritis terhadap pemerintah.

Otoritas Iran pada Senin menyatakan situasi telah berhasil dikendalikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Bus KSPN MalioboroPantai Baron 14 Januari, Tarif Rp26.000

Jadwal Bus KSPN MalioboroPantai Baron 14 Januari, Tarif Rp26.000

Jogja
| Rabu, 14 Januari 2026, 06:17 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement