Advertisement
Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi
Orang-orang berkumpul di Lapangan Enghelab setelah seruan pemerintah untuk berunjuk rasa menentang protes baru-baru ini di seluruh negeri, meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel, di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu - pri.
Advertisement
Harianjogja.com, IRAN—Putra mendiang Shah Iran, Reza Pahlavi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan skema transisi kekuasaan bagi Iran melalui program Iran Prosperity Project. Rencana tersebut mencakup tahapan perubahan konstitusi hingga pemilu nasional setelah “pencopotan” otoritas yang saat ini berkuasa.
Dalam wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera yang dipublikasikan Selasa, Pahlavi menegaskan bahwa skenario transisi itu bukan gagasan baru. Ia mengklaim telah lama memetakan proses tersebut bersama para ahli dan kelompok pendukungnya.
Advertisement
Menurut Pahlavi, tidak akan terjadi kekosongan kekuasaan apabila pergantian rezim benar-benar berlangsung. Tahap awal rencana itu berfokus pada periode darurat selama 180 hari, yang diarahkan untuk menjamin kesinambungan layanan publik, keamanan, dan operasional pemerintahan.
Tahap selanjutnya adalah fase stabilisasi, mencakup pemulihan fungsi negara, penyediaan layanan dasar, stabilitas ekonomi, dan perbaikan tata kelola pemerintahan. Setelah dua fase tersebut berjalan, Iran akan memasuki proses konstitusional yang ditutup dengan penyelenggaraan pemilihan umum nasional.
BACA JUGA
Saat ditanya apakah ia berambisi mengembalikan sistem monarki, Pahlavi menegaskan dirinya tidak memihak bentuk negara tertentu. Ia memilih bersikap netral dalam masa transisi dan menyerahkan keputusan soal sistem politik masa depan kepada rakyat.
“Saya ingin rakyat Iran akhirnya dapat menggunakan hak mereka untuk memilih secara bebas,” ujar Pahlavi. Ia menekankan bahwa masa depan politik Iran harus ditentukan melalui mekanisme demokratis tanpa tekanan.
Lebih jauh, Pahlavi menjelaskan Iran Prosperity Project juga merancang peta jalan pemulihan ekonomi dan reintegrasi Iran ke komunitas internasional. Program itu disebut melibatkan lebih dari 100 pakar dari berbagai disiplin ilmu, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menyusun kebijakan jangka panjang pasca-transisi.
Sementara itu, Iran masih dilanda gelombang protes sejak akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap inflasi yang melonjak akibat melemahnya nilai tukar rial. Aksi demonstrasi meningkat pada 8 Januari setelah seruan dari Pahlavi, dengan pawai protes muncul di sejumlah kota.
Pada hari yang sama, akses internet di beberapa wilayah dilaporkan dibatasi. Sejumlah aksi bahkan berujung bentrokan dengan aparat keamanan, disertai teriakan slogan-slogan kritis terhadap pemerintah.
Otoritas Iran pada Senin menyatakan situasi telah berhasil dikendalikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi
- Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
Advertisement
Jadwal Bus KSPN MalioboroPantai Baron 14 Januari, Tarif Rp26.000
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY Selasa 13 Januari 2026
- Jadwal DAMRI Bandara YIA ke Jogja Selasa 13 Januari
- 25 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Jogja Belum Beroperasi
- Jadwal KA Bandara YIA Selasa 13 Januari 2026, Tugu-YIA
- RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
- SIM Keliling Kulonprogo Buka 13 Januari, Hanya Perpanjangan
- Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 13 Januari 2026
Advertisement
Advertisement




