Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, dipicu aktivitas sesar aktif.
Pelaksana tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil menjelaskan gempa tektonik tersebut terjadi pada Senin dini hari pukul 01.44 Wita dengan magnitudo 3,6. Episenter gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer timur Kolaka, pada kedalaman 5 kilometer.
Berdasarkan peta guncangan BMKG dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas III–IV MMI di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat melintas, disertai bunyi pintu dan dinding berderit.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo 3,6," kata Nasrol Adil.
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 4.06 Lintang Selatan (LS), 121,76 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 18 kilometer Timur Kolaka, Sultra, pada kedalaman 5 kilometer.
Nasrol Adil mengungkapkan bahwa berdasarkan estimasi peta guncangan dan laporan masyarakat, gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan di daerah Kolaka dan Koltim dengan skala intensitas III-IV MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.
"Atau terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderit, dan dinding berbunyi," kata Nasrol Adil.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan dari dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
"Hingga pukul 05.00 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan," ucapnya.
Nasrol Adil mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memastikan informasi yang diterima dan disebarkan hanya melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
BMKG memastikan hingga pagi hari belum terdeteksi gempa susulan dan belum ada laporan kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.