Wabah Ebola di Kongo Meluas, 3,5 Juta Orang Terancam Krisis Pangan

Newswire
Newswire Sabtu, 24 Oktober 2026 13:47 WIB
Wabah Ebola di Kongo Meluas, 3,5 Juta Orang Terancam Krisis Pangan

Foto ilustrasi ebola dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA—Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) meluas ke delapan dari 26 provinsi. Di tengah penyebaran penyakit tersebut, hampir 3,5 juta orang di wilayah terdampak menghadapi krisis pangan akut, menurut Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP), Jumat.

WFP menyebut mayoritas masyarakat yang terdampak langsung wabah masih membutuhkan bantuan pangan. Gangguan aktivitas ekonomi dan terbatasnya mobilitas turut memperburuk akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

"Di seluruh wilayah terdampak Ebola, hampir 3,5 juta orang menghadapi kelaparan di tingkat krisis atau lebih buruk (IPC Fase 3 ke atas). Di antara mereka yang terdampak langsung wabah, 97 persen masih membutuhkan bantuan pangan," demikian pernyataan WFP.

Wabah Ebola Ganggu Akses Pangan

Menurut WFP, epidemi Ebola telah mengganggu operasional pasar dan menghilangkan sumber pendapatan masyarakat. Pembatasan pergerakan juga menyulitkan penduduk di wilayah terdampak untuk memperoleh bahan pangan.

Situasi tersebut semakin berat akibat konflik bersenjata, pengungsian paksa, serta kondisi jalan yang buruk. Berbagai faktor itu menambah tantangan dalam menyalurkan bantuan dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

WFP menyatakan membutuhkan dana sebesar 214 juta dolar AS selama enam bulan ke depan untuk memberikan bantuan darurat kepada penduduk paling rentan di wilayah timur RD Kongo.

Dari total kebutuhan tersebut, sebanyak 78,6 juta dolar AS dialokasikan untuk pengadaan makanan siap saji dan jatah makanan kering bagi masyarakat yang terdampak langsung wabah beserta keluarga mereka.

Ebola Bundibugyo Mewabah Sejak April 2026

Wabah Ebola di RD Kongo dilaporkan mulai terjadi pada April 2026. Hingga kini, vaksin maupun pengobatan untuk jenis baru Ebola Bundibugyo belum memperoleh izin resmi, menurut informasi dalam laporan sumber.

Di tengah penyebaran wabah dan memburuknya akses pangan, kebutuhan bantuan darurat menjadi salah satu perhatian bagi penduduk di wilayah terdampak.

Virus Ebola merupakan patogen berbahaya penyebab penyakit demam berdarah parah yang memiliki tingkat fatalitas tinggi pada manusia dan primata. Penularan virus ini terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita yang telah terinfeksi, seperti darah, keringat, atau air liur, maupun melalui benda yang terkontaminasi.

Gejala awalnya yang menyerupai flu berat sering kali menyulitkan deteksi dini, sehingga kewaspadaan tinggi, penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta penanganan medis cepat sangat dibutuhkan untuk menghentikan rantai penyebaran wabah yang mematikan ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online