Advertisement
Dua Bibit Siklon Muncul di Samudra Hindia, BNPB: Waspada Cuaca Ekstrem
Tangkapan layar - BMKG mendeteksi munculnya bibit siklon tropis 93S yang diperkirakan meningkatkan curah hujan di Bali pada 11-18 Desember 2025. ANTARA/Instagram - @bmkgbali.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem menyusul kemunculan dua bibit siklon tropis di wilayah Samudra Hindia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bibit Siklon Tropis 91S dan 93S berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan, angin kencang, hingga tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah Indonesia.
Advertisement
“Dua bibit siklon ini berpotensi memicu cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada keselamatan masyarakat dan aktivitas di wilayah terdampak,” kata Abdul di Jakarta, Sabtu.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bibit Siklon Tropis 91S terpantau berada di Samudra Hindia barat Lampung. Dalam sepekan ke depan, sistem ini diperkirakan memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat di Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.
BACA JUGA
Selain peningkatan curah hujan, potensi angin kencang juga dapat terjadi di wilayah pesisir barat Sumatera Barat dan Bengkulu seiring menguatnya sistem cuaca tersebut.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S diprediksi berada di Samudra Hindia selatan Pulau Sumba. Kondisi ini berpotensi membentuk daerah konvergensi memanjang di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Abdul menjelaskan, dampak lanjutan dari kemunculan bibit siklon 93S dapat memicu angin kencang dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jakarta, NTB, Sulawesi Selatan, dan Maluku, hingga sepekan ke depan.
Ia menegaskan, potensi cuaca ekstrem tersebut meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan akibat angin kencang.
BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi, melakukan pemangkasan pohon yang rawan tumbang, memastikan kekuatan bangunan, serta menyiapkan tas siaga bencana guna mengantisipasi kondisi darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Banjir Bandang di Pulau Siau Sulawesi Utara Berdampak pada 1.377 Warga
- Dokter Peringatkan Risiko Penyakit Pekerja Lapangan Saat Banjir
- Sejumlah Negara di Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran karena Protes
- Syafiq Ridhan Ali, Korban Hilang Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
- KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera
Advertisement
Selamat! Banyuraden Raih Peringkat II Desa Terbaik Nasional 2025
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Syafiq Ridhan Ali, Korban Hilang Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
- Long Weekend, Kunjungan Wisata ke Jogja Diprediksi Stabil
- Pemkab Bantul Perluas Keanggotaan Koperasi Desa Merah Putih
- Ada Ancaman Keamanan, Kunker Wapres Gibran ke Yahukimo Ditunda
- UGM: Harga Pakan Berpotensi Naik akibat Geopolitik Global
- Bulgaria Siap Meramaikan FIFA Series 2026 di Indonesia
- Korban Arisan Online Geruduk Rumah LK, Kerugian Rp10 M
Advertisement
Advertisement




