Advertisement
Raja Thailand Donasi Rp51,9 Miliar untuk Korban Banjir Bandang
Foto ilustrasi banjir. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANGKOK—Banjir bandang yang melanda sedikitnya 10 provinsi di Thailand menimbulkan dampak besar dengan 162 korban jiwa. Raja Maha Vajiralongkorn menyalurkan bantuan 100 juta baht (Rp51,9 miliar) untuk memperkuat pelayanan medis dan pemulihan di wilayah terdampak.
Bantuan kerajaan tersebut dialokasikan khusus untuk Rumah Sakit Hatyai guna memperkuat kapasitas rehabilitasi dan pengadaan peralatan medis yang mendesak. Dalam pesan kerajaan yang disampaikan kepada Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, Raja Rama X menyampaikan belasungkawa mendalam dan menempatkan seluruh korban terdampak di bawah perlindungan kerajaan.
Advertisement
Dukungan tersebut diumumkan melalui unggahan Facebook Anutin pada Sabtu (29/11/2025) yang memuat surat resmi dari Kantor 904 Biro Rumah Tangga Kerajaan. Surat yang ditandatangani Sekretaris Kerajaan ACM Satitpong Sukvimol itu juga menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi tenaga medis di Rumah Sakit Hatyai, Rumah Sakit Songklanagarind, dan Fakultas Kesehatan Prince of Songkla University.
Banjir di Hatyai telah mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur vital, termasuk rumah sakit, permukiman, dan jalur transportasi utama. Tim darurat bekerja tanpa henti menangani krisis ini. Dr. Wiroj Yommuang, Direktur Rumah Sakit Hatyai, telah mendapat kehormatan untuk bertemu Raja Vajiralongkorn guna menerima sumbangan tersebut.
BACA JUGA
Selain bantuan finansial, kerajaan juga menyediakan drone untuk mendukung operasi darurat yang dilakukan Angkatan Bersenjata dan Kepolisian Kerajaan Thailand. Teknologi ini akan digunakan untuk misi pencarian, distribusi logistik, dan transportasi pasokan dalam upaya mitigasi bencana di wilayah selatan.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Siripong Angkasakulkiat mengonfirmasi korban jiwa terbanyak berasal dari Songkhla dengan 126 orang meninggal. Kondisi ini memaksa rumah sakit setempat memindahkan jenazah ke truk berpendingin setelah kapasitas kamar mayat terlampaui.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul secara terbuka meminta maaf atas dampak bencana ini. "Setiap kali ada kerugian, kematian, atau cedera, itu selalu kesalahan perdana menteri. Saya akan mengerahkan seluruh keahlian dan dedikasi saya untuk memperbaiki situasi," tegasnya dalam pernyataan yang dilaporkan Bangkok Post.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Kotak Mirip Pocong Gegerkan Warga Kulonprogo, Polisi: Bukan Bayi
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Angka Pernikahan di DIY Turun Konsisten Sejak 2019
- Basarnas Pastikan Data Smartwatch Kopilot ATR Rekaman Lama
- LBH Jogja Soroti Represi Aktivis dan Konflik Agraria Sepanjang 2025
- BGN: Program MBG Bikin Siswa Lebih Bugar dan Aktif Belajar
- Dispar Kulonprogo Dorong Desa Wisata Mandiri Jadi Profesi Utama
- KPK Tahan Bupati Pati dan Tiga Kades, Kasus Pemerasan Jabatan
- Jejak Diduga Macan Muncul di Semanu, BKSDA Pasang Kamera Trap
Advertisement
Advertisement



