Advertisement
Chile Gelar Pemilu 2025, Polarisasi Kiri-Kanan Kian Tajam
Pemungutan Suara / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemilu Chile 2025 digelar di tengah polarisasi kuat antara kubu kiri dan kanan ekstrem. Tidak ada kandidat mayoritas, putaran kedua menanti.
Anadolu Agency mengungkapkan, Warga Chile memenuhi tempat pemungutan suara pada Minggu (16/11/2025) untuk memilih presiden dan anggota legislatif. Dengan tidak ada kandidat yang diprediksi meraih suara mayoritas, pemilu presiden Chile hampir pasti akan berlanjut ke putaran kedua pada 14 Desember 2025.
Advertisement
Pertarungan untuk menduduki Palacio de la Moneda (istana kepresidenan Chile) terutama berkisar pada dua nama utama:
- Jeannette Jara: Kandidat dari Partai Komunis yang diusung koalisi pemerintah Unity for Chile. Sebagai mantan Menteri Tenaga Kerja di bawah Presiden Gabriel Boric, Jara memimpin jajak pendapat dengan dukungan sekitar 25-30%.
- Jose Antonio Kast: Pendiri Partai Republik berhaluan kanan jauh. Kast, yang pernah kalah dari Boric pada pemilu 2021, berada di posisi kedua dengan dukungan sekitar 15-20%.
Suara para pemilih sayap kanan masih terpecah di antara beberapa kandidat, menghalangi terbentuknya satu penantang tunggal yang kuat untuk Jara di putaran pertama.
BACA JUGA
Dua kandidat kanan lainnya yang meraih dukungan signifikan adalah:
- Johannes Kaiser (National Libertarian Party): YouTuber dan deputi kanan jauh dengan dukungan 10-14%, terutama dari pemilih muda konservatif.
- Evelyn Matthei (Independent Democratic Union): Representasi kanan tradisional dengan elektabilitas 11-14%.
Pemilu 2025 ini juga mencatat sejarah sebagai pemilu pertama dimana pemungutan suara bersifat wajib bagi seluruh warga yang memenuhi syarat. Aturan baru ini diperkirakan akan mendongkrak tingkat partisipasi secara signifikan dari sekitar 15,7 juta warga yang berhak memilih.
Sementara, pemungutan suara berlangsung dalam atmosfer yang dipenuhi kekhawatiran publik. Isu kejahatan dan imigrasi menjadi dua persoalan utama yang konsisten mendominasi survei opini publik dan menjadi bahan debat antar kandidat.
Selain memilih presiden, warga Chile juga akan memilih seluruh anggota Kamar Deputi dan setengah anggota Senat dalam pemilu legislatif yang digelar secara bersamaan. Presiden baru Chile dijadwalkan akan mulai menjabat pada 11 Maret 2026.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
- Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang Kalimantan Selatan
Advertisement
Malam Tahun Baru 2026, Tak Ada Kasus Pencopetan di Malioboro Jogja
Advertisement
Musim Liburan, Wisata Jip Merapi Diserbu hingga 20 Ribu Orang
Advertisement
Berita Populer
- PLN: Ada Potensi 280 Juta Ton Limbah Kayu & Hutan Pengganti Batu Bara
- Rumah Ditinggal Liburan Tahun Baru, Warga Diminta Waspada Kejahatan
- 15 Menu Makanan Bakar Favorit untuk Malam Tahun Baru 2026
- Tak Kuat Nanjak, Truk Pakan Ayam Ndlondor di Karanganyar Masuk Sungai
- BRI Hadirkan Program Healing untuk Anak Terdampak Banjir di Sumatra
- Pilihan Lokasi Menyambut Tahun Baru 2026 di DIY, Tanpa Kembang Api
- Fenomena Alam, Gas Bumi Muncul dari Sawah di Masaran Sragen
Advertisement
Advertisement



