Advertisement
Salah Sebut Prabowo jadi Jokowi d KTT ASEAN, Media Malaysia Minta Maaf
Foto ilustrasi. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo makan malam bersama di Angkringan Omah Semar, Solo, Jawa Tengah, 3 November 2024. ANTARA - Aris Wasita
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Radio Televisyen Malaysia (RTM), stasiun penyiaran publik milik pemerintah Malaysia, menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan komentator dalam penyebutan nama Presiden RI Prabowo Subianto saat tiba di acara KTT Ke-47 ASEAN, Minggu (26/10/2025).
Dalam sesi siaran langsung ketibaan para pemimpin negara Asean dan pemimpin dunia di KTT ke-47, Kuala Lumpur, Minggu, komentator RTM menyebut sosok Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Presiden RI Joko Widodo.
Advertisement
Hal itu didengar oleh wartawan dari berbagai negara yang hadir di media center KTT ke-47 ASEAN. “Departemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT Ke-47 Asean dan pertemuan terkait yang diadakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC),” tulis keterangan resmi dilansir dari Antara, Minggu (26/10/2025).
PIhak RTM menyatakan berdasarkan hasil penyelidikan internal ditemukan bahwa komentator siaran telah keliru menyebut Presiden Republik Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal Presiden Republik Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto.
BACA JUGA
“RTM memandang hal ini dengan serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai. RTM dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia, serta kepada semua pihak yang terdampak oleh kesalahan ini,” tulis keterangan itu.
RTM menyatakan akan terus memperkuat pengawasan editorial dan proses pemeriksaan fakta untuk memastikan bahwa semua informasi yang disiarkan akurat dan disampaikan dengan integritas.
Adapun, hasil penyelidikan internal menunjukkan kesalahan tersebut murni akibat kekeliruan penyebutan oleh komentator siaran. Pihak RTM menilai hal ini sebagai persoalan serius dan memastikan bahwa tindakan internal yang sesuai telah diambil.
“RTM dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia, serta kepada seluruh pihak yang terdampak akibat kesalahan ini,” katanya.
Sebagai langkah korektif, RTM menyatakan akan terus memperkuat pengawasan redaksional dan proses pemeriksaan fakta (fact-checking) agar setiap informasi yang disiarkan akurat dan disampaikan dengan integritas tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Disdukcapil Bantul Catat Paranormal hingga Tabib di Kolom KTP
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- OPINI: Jangan Takut Jadi Guru
- Dinkes Bantul Tunggu Pusat soal Virus Nipah, Minta Warga Terapkan PHBS
- Natrium Tinggi, Mi Instan Berlebih Ancam Kesehatan
- Pantai Sepanjang Dipasang 42 Lampu Penerangan Sebelum Lebaran
- Prabowo Targetkan 34 Waste to Energy Beroperasi 2 Tahun
- Persiba Bantul Incar Tiket Liga 2 di Semifinal Liga Nusantara
- WHO Ungkap Detail Kasus Virus Nipah di India
Advertisement
Advertisement



