Advertisement
Pakistan dan Afghanistan Sepakat Lanjutkan Dialog Perdamaian
Logo ilustrasi perdamaian dunia. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, NEW DELHI—Pakistan dan Afghanistan sepakat melanjutkan dialog damai untuk menurunkan ketegangan di wilayah perbatasan. Kedua negara menunjukkan itikad baik dengan memperpanjang gencatan senjata sementara hingga perundingan di Doha selesai.
Hal ini diutarakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Shafqat Ali Khan pada Jumat (17/10/2025) waktu setempat.
Advertisement
Ia mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa komunikasi terbaru antara kedua negara mencerminkan rasa saling percaya dan pengertian.
Khan mengatakan Pakistan mengharapkan pemerintah Taliban untuk mengambil langkah-langkah spesifik terhadap teroris dan memastikan bahwa wilayah Afghanistan tidak digunakan untuk tujuan teroris.
BACA JUGA
Ia juga mengatakan Pakistan menghormati kedaulatan Afghanistan dan berkomitmen untuk berdialog dan bekerja sama guna mengatasi tantangan bersama, yaitu terorisme.
Bentrokan antara Pakistan dan Afghanistan meletus pada 15 Oktober, dan meningkat di sepanjang Garis Durand, perbatasan antara kedua negara yang tidak diakui oleh Kabul.
Tentara Pakistan, kemudian menyerang posisi teroris di Afghanistan sebagai tanggapan atas serangan terhadap pos pemeriksaan.
Di hari Rabu, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengumumkan kesepakatan dengan Afghanistan mengenai gencatan senjata selama 48 jam ke depan akibat bentrokan perbatasan baru-baru ini antara kedua negara.
Pada Kamis malam, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan Pakistan siap berunding dengan Afghanistan dan sedang menunggu tindakan dari Kabul.
Selanjutnya Reuters melaporkan pada Jumat malam bahwa Pakistan dan Afghanistan telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata hingga selesainya perundingan yang dijadwalkan di Doha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Matematika Dianggap Sulit, Dosen UGM Sebut Metode Hafalan Penyebabnya
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Kemendikdasmen Tindak Tegas Pengawas TKA yang Rekam Soal Ujian
- Geng Remaja di Bantul Diduga Culik dan Siksa Korban hingga Tewas
- BGN Tegaskan SDM Jadi Prioritas Utama
- RUU Pelindungan Pekerja Rumah Tangga Lolos Pleno Baleg
- Remaja Tenggelam di Parangtritis Ditemukan Meninggal Dunia
- Menteri HAM Minta Hakim Transparan di Sidang Andre Yunus
- Prabowo Minta Kampus Terlibat dalam Proyek Giant Sea Wall
Advertisement
Advertisement






