SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Petugas SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban peristiwa ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Dok. Basarnas.
Harianjogja.com, SURABAYA—Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur (Jatim) masih berupaya mengenali sembilan kantong jenazah korban ambruknya Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo dengan pemeriksaan DNA di laboratorium Mabes Polri.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol Mohammad Khusnan Marzuki menjelaskan, pihaknya menargetkan seluruh rangkaian proses identifikasi terhadap jenazah yang diterima dapat selesai pada pekan ini.
Dia juga menjelaskan, seluruh sampel DNA dari jenazah yang belum teridentifikasi telah dikirim ke Jakarta untuk diperiksa di laboratorium DNA Mabes Polri di Cipinang. Proses tersebut juga meliputi rekonsiliasi antara data ante mortem (data korban sebelum meninggal) dan post mortem (data setelah meninggal).
"Dari sembilan kantong jenazah yang tersisa saya sudah berkontak dengan Pusdokkes Polri. Harapan kami minggu-minggu ini selesai ya, tapi tergantung nanti sampel itu, apakah ada kesulitan, bahannya itu rusak atau bagaimana, tapi harapan kami secepatnya bisa teridentifikasi dengan baik dan teliti," ungkap Khusnan di RS Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Selasa (14/10/2025).
Khusnan menjelaskan, dari sembilan kantong jenazah yang belum dapat dikenali tersebut, terdapat pula beberapa potongan tubuh atau body part di dalamnya. Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi tim DVI saat ini adalah kondisi potongan tubuh yang tidak lengkap dan tidak memiliki tanda pengenal khusus.
Khusnan pun membandingkan proses identifikasi terhadap jenazah para korban ambruknya gedung Pondok Pesantren Al-Khoziny tersebut dengan proses identifikasi jenazah korban peristiwa tenggelamnya Kapal Tunu Jaya di selat Bali.
"Dari bahan sampel ini, kalau tidak cukup DNA-nya ya nanti berarti diulang lagi, diputar lagi gitu, diperiksa lagi. Dari pengalaman kami di selat Bali, Kapal Tunu Jaya itu sampai dua minggu, tapi ini harapan kami seminggu sudah selesai," tegasnya.
Dia berharap hasil pemeriksaan DNA oleh tim DVI Polri di Cipinang, Jakarta dapat segera terkuak agar seluruh jenazah korban dapat dikenali dan diserahkan kepada masing-masing keluarga.
"Mohon waktu, memang karena faktor proses alami, jadi butuh waktu, tapi kami berharap segera teridentifikasi supaya keluarga tahu siapa korbannya," katanya.
Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban tragedi ambruknya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (13/10/2025). Dengan demikian, total jenazah korban yang telah teridentifikasi hingga saat ini berjumlah 55 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.