Advertisement
Bulog Bakal Bangun 100 Gudang Baru Senilai Rp5 Triliun
Pekerja mengangkut beras di gudang Bulog Talumolo, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (17/11/2023). Indonesia mengimpor beras dari India dan Thailand sebanyak 3 juta ton memperkuat cadangan pangan nasional pada 2024 di tengah pengaruh cuaca Super El Nino. /Antara - Adiwinata Solihin
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA —Untuk mengakhiri ketergantungan Bulog dalam menyewa gudang, Perum Bulog berencana membangun 100 gudang baru dengan anggaran mencapai Rp5 triliun.
Rencana pembangunan gudang baru disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Dia menyatakan, langkah ini dilakukan sebagaimana perintah dari Presiden Prabowo Subianto.
Advertisement
BACA JUGA: Menumpuk di Gudang, 300 Ribu Ton Beras Bulog Terancam Rusak
Dia menuturkan, selama ini keterbatasan kapasitas penyimpanan membuat Bulog harus menyewa gudang tambahan untuk menampung hasil serapan pangan.
"Karena kan sampai dengan saat ini gudang Bulog juga terbatas dengan banyaknya serapan gabah maupun stok beras setelah kita sampai hampir 4,2 juta ton kemarin kan kita banyak sewa gudang. Jadi, sekarang kita akan membangun itu [gudang] dengan harapan nanti kita tidak perlu sewa lagi," kata Rizal di Jakarta, Senin (29/9/2025) seperti dikutip Antara.
Adapun, stok beras di Indonesia tercatat mencapai rekor tertinggi 4,2 juta ton pada Juni 2025. Rizal berharap bahwa nantinya gudang-gudang tersebut dilengkapi rice milling unit (RMU) dan silo agar pengelolaan lebih modern.
Pembangunan gudang baru akan diprioritaskan di kabupaten/kota yang belum memiliki fasilitas penyimpanan Bulog. Gudang Bulog nantinya tak hanya diperuntukkan bagi beras, melainkan juga komoditas pangan lain sesuai potensi wilayah masing-masing.
"Ada beras, ada jagung, sesuai dengan potensi wilayah masing-masing. Contoh di Gorontalo, di sana fokus jagung. Di Sumbawa, yang tumbuh kan jagung. Kalau di Jawa Timur beras. Gudang bisa multifungsi," ujarnya.
Dia menambahkan pembangunan akan segera dieksekusi setelah anggaran diterima. Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bakal mengalokasikan anggaran untuk membangun 100 gudang baru.
Dia menyebut butuh anggaran sebesar Rp5 triliun untuk membangun gudang modern. Menurutnya, langkah ini mendesak dilakukan lantaran produksi beras nasional tahun ini tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, sementara ketersediaan gudang masih terbatas.
“Produksi beras kita tertinggi sepanjang sejarah NKRI dan masalahnya sekarang kita kekurangan gudang. Karena itu, saya sudah mengalokasikan 100 gudang baru untuk Bulog,” kata Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement







