Advertisement
Sekolah Rakyat Disebut Bisa Jadi Solusi Masalah Kemiskinan
Sekolah Rakyat. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI - ChatGPT
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi bagi bangsa Indonesia dalam mengatasi persoalan kemiskinan, bahkan kemiskinan ekstrem.
Hal ini diutarakan anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Fikri Faqih yang menyampaikan optimisme itu muncul, mengingat Sekolah Rakyat itu menyasar siswa dari kategori keluarga miskin dan miskin ekstrem serta penyelenggaraan sekolah itu yang melampaui lembaga pendidikan formal biasa.
Advertisement
"Model ini sudah terbukti berhasil. Anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa sekolah gratis, bahkan ada yang melanjutkan kuliah ke luar negeri atau langsung bekerja. Kuncinya adalah kurikulum yang fokus pada kewirausahaan, kepemimpinan, agama sebagai fondasi spiritual, dan nasionalisme," kata dia, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Menurut Fikri, model Sekolah Rakyat terinspirasi dari kisah sukses pengusaha yang mendirikan sekolah berbasis sosial, yang mengutamakan anak-anak miskin dengan penekanan pada kualitas, disiplin, dan pembinaan spiritual.
Berikutnya, ia juga menegaskan komitmen untuk mengawal program strategis dan unggulan dari Presiden Prabowo Subianto itu, terutama di Brebes, Jawa Tengah.
BACA JUGA: Miliaran Password Google hingga Apple Bocor, Jadi Kasus Terbesar
"Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, saya akan mengawal dan mengawasi pelaksanaan Sekolah Rakyat di Brebes agar tepat sasaran dan berhasil," ujar dia.
Menurut dia, pengawalan itu sebagai bentuk pengawasan agar program Sekolah Rakyat tidak bernasib sama dengan upaya pengentasan kemiskinan sebelumnya yang dinilai kurang efektif.
Fikri mengatakan pendidikan merupakan kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan struktural, khususnya di daerah tertinggal, seperti Brebes.
"Presiden Prabowo sangat fokus dalam melihat persoalan kemiskinan. Beliau menyadari bahwa meskipun lebih dari Rp500 triliun digelontorkan untuk pengentasan kemiskinan, hasilnya minim, hanya turun 0,6 persen," kata dia.
Oleh karena itu, menurut dia, pendekatan yang lebih konkret dan tepat sasaran memang diperlukan dan Sekolah Rakyat menjadi jawabannya.
Diketahui, sebagai wujud keseriusan menjalankan program itu, Kabupaten Brebes telah menyiapkan lahan seluas delapan hektare atau melebihi batas minimal, yakni lima hektare.
Sekolah Rakyat dengan sistem sekolah asrama itu diharapkan mulai dibangun dalam waktu dekat dengan dukungan penuh dari Kementerian Sosial dan lembaga terkait lainnya.
"Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas SDM secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan daya juang," kata Fikri.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes per November 2024, tingkat kemiskinan tercatat 15,6 persen, sedikit menurun dari 15,78 persen pada tahun sebelumnya.
Dengan estimasi total penduduk sekitar 2,06 juta jiwa pada akhir 2024, angka tersebut setara dengan sekitar 321.000–322.000 jiwa yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Dengan pengawalan ketat dari DPR, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi terobosan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Long Weekend Imlek 2026, Puluhan Ribu Orang Tiba di Stasiun Tugu Jogja
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Skema Pembagian MBG saat Ramadan
- Jelang Ramadan 2026, Mentan Sebut 9 Pangan Sudah Swasembada
- Kasus Korupsi Wonokromo Bantul Masuk Tahap Penyidikan
- Easycash Luncurkan Mojang untuk Literasi Gen Z
- Pria Mabuk Rampas Motor di Gondokusuman Jogja
- Jogja Cling 2026 Sasar 14 Titik Trotoar Kota Jogja
- RKPD 2027 DIY Diminta Difokuskan Tekan Angka Kemiskinan
Advertisement
Advertisement







