Advertisement
Wapres Gibran Sampaikan Bela Sungkawa Wafatnya Paus Fransiskus
Paus Fransiskus bersiap menyampaikan pesan dalam kunjungannya di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (4/9/2024). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus melalui akun Instagram resminya pada Senin sore.
Dalam unggahannya, Wapres menyebut wafatnya Paus Fransiskus membuat masyarakat dunia kehilangan pemimpin spiritual dunia yang lembut, penuh kasih, dan teguh dalam menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.
Advertisement
“Atas nama pribadi dan Bangsa Indonesia, saya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Sri Paus Fransiskus,” demikian petikan belasungkawa dalam postingan di akun @girban_rakabuming, dilansir di Jakarta.
Wapres juga menyoroti warisan Paus Fransiskus dalam membangun jembatan antaragama, merawat bumi, serta membela kaum tertindas yang akan tetap dikenang umat manusia. “Semoga damai menyertai beliau dan cinta kasihnya tetap menjadi suluh bagi dunia,” ucap Wapres.
Unggahan Wapres Gibran disertai gambar yang menampilkan sosok Paus Fransiskus dalam balutan jubah putih khas Vatikan, tersenyum dan mengangkat tangan memberikan salam.
Foto itu diberi latar keemasan dengan hiasan bunga putih di sekelilingnya, serta tulisan “Rest in Peace Paus Fransiskus 1936–2025".
Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma yang dikenal luas atas komitmennya dalam menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas terhadap kaum miskin serta terpinggirkan, wafat dalam usia 88 tahun di kediamannya di Vatikan pada Senin pagi pukul 07.35 waktu setempat.
Kabar duka ini diumumkan oleh Kardinal Kevin Farrell melalui Vatican News, yang menyebut bahwa sepanjang hidupnya, Paus Fransiskus telah membaktikan diri secara total untuk melayani Tuhan dan gereja dengan iman, keberanian, serta cinta kasih yang tak pandang bulu.
Sebelum wafat, Paus Fransiskus sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Gemelli sejak awal Februari 2025 akibat bronkitis yang kemudian berkembang menjadi pneumonia bilateral.
Kondisi kesehatannya sempat memburuk selama hampir enam pekan perawatan, hingga akhirnya beliau dipulangkan ke kediaman setelah menjalani 38 hari masa rawat inap yang penuh kehati-hatian dari tim medis kepausan.
Meskipun kesehatannya terus menurun, Paus tetap menunjukkan semangat pelayanan yang tak surut, bahkan sempat memberikan instruksi terkait penyederhanaan prosesi pemakamannya serta menyetujui revisi pada buku liturgi Ordo Exsequiarum Romani Pontificis yang mengatur tata cara Misa pengebumian seorang Paus.
Dalam keterangan itu juga disebutkan, warisan Paus Fransiskus tidak hanya tercermin dari ajarannya yang konsisten menyerukan keadilan sosial dan perlindungan lingkungan, melainkan juga dari reformasi internal yang ia dorong di dalam Gereja Katolik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement







