Advertisement
10 Mahasiswa di Gorontalo Hanyut Diterjang Banjir Badang, 3 Meninggal Dunia
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GORONTALO—Sepuluh orang mahasiswa dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dikabarkan hanyut dan tiga orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia dalam musibah banjir bandang di Desa Dunggilata, Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Selasa.
Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango Achril Y. Babyonggo mengatakan informasi yang disampaikan oleh pemerintah Desa Dunggilata, Kecamatan Bone Pantai, mereka adalah mahasiswa teknik geologi UNG yang sedang melakukan pemetaan geologi di wilayah tersebut.
Advertisement
"Informasi terakhir, semuanya sudah ditemukan. Tujuh orang selamat dan tiga meninggal dunia," kata Achril.
Ia mengatakan informasi awal yang disampaikan para mahasiswa tersebut sudah berada di lokasi penelitian selama dua hari dan sedang dalam perjalanan pulang menuju kawasan pemukiman masyarakat.
Saat dalam perjalanan pulang, mereka tiba-tiba dihantam banjir bandang, sehingga hanyut terseret air.
Sebelumnya, keseluruhan dikabarkan hilang, namun satu per satu berhasil ditemukan oleh masyarakat setempat.
Untuk informasi nama-nama mahasiswa tersebut, kata dia, masih dalam pendataan, begitu juga dengan kronologis kejadian yang sebenarnya. Namun, dipastikan mahasiswa yang terdiri atas lima laki-laki dan lima perempuan itu, telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tombulilato.
"Saat ini proses evakuasi sedang berlangsung. Kami juga tengah melakukan pendataan. Untuk informasi lebih lengkap, nanti kami sampaikan," imbuhnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Fitri Lihawa memastikan bahwa dari 10 orang mahasiswa yang hanyut.
BACA JUGA: UMS Buka Lowongan Tenaga Kependidikan, Ini Syarat dan Kualifikasinya
Mahasiswa yang meninggal yakni Alfateha Ahdania Ahmadi asal Ratatotok Sulawesi Utara dan Sri Maghfira Mamonto asal Inobonto Sulawesi Utara.
"Keduanya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Fitri.
Ia mengatakan adapun korban selamat yang mengalami luka-luka yakni Fiqri Fariz K Pakaya asal Palele Sulawesi Tengah dan Risman Ahmad asal Taliabu, Maluku Utara.
Fiqri ditemukan dalam kondisi kritis dan dibawa ke Rumah Sakit Tombulilato, namun kini sudah dalam kondisi sadar.
Sementara itu, korban yang sedang dalam evakuasi yakni Sukirman Satar asal Kambani, Sulawesi Tengah, Nirmawati Musa asal Buntulia Gorontalo, Lisda B Laindjong asal Buol Sulawesi Tengah, Ahmad Firli Aprilio Mamonto asal Kotamobagu Sulawesi Utara dan Alif Rahmat Sandhi asal Isimu, Gorontalo.
Satu orang masih dalam pencarian, yakni mahasiswi atas nama Regina Malaka warga Buntulia, Gorontalo.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) sekaligus Ketua Pusat KKN UNG Rosbin Pakaya mengatakan bahwa 10 mahasiswa tersebut sebelumnya melakukan pemetaan di wilayah perbukitan desa tersebut sekitar pukul 10.00 WITA.
Setelah kegiatan selesai, sekitar pukul 16.00 WITA para mahasiswa turun untuk kembali ke perkampungan, namun di tengah perjalanan, tiba-tiba mereka dihantam banjir bandang.
"Saat peristiwa itu terjadi, mereka terpisah. Ada yang terbawa arus, ada yang tertahan di batu besar dan ada yang hilang atau tenggelam," kata dia.
Hingga saat ini, lima mahasiswa masih dalam proses evakuasi dari lokasi kejadian, sedangkan satu orang mahasiswi sedang dalam proses pencarian oleh Tim SAR gabungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement





