Advertisement
Viral Patwal RI 36 Arogan, Polisi Akan Periksa Sopir Taksi Alphard
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tengah memburu sopir taksi Alphard yang ditunjuk oleh patroli pengawalan RI 36 untuk dimintai keterangan. - Tiktok.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tengah memburu sopir taksi Alphard yang ditunjuk oleh patroli pengawalan RI 36 untuk dimintai keterangan.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo akan mengklarifikasi sopir taksi Alphard tersebut terkait aksi polisi arogan patwal RI 36 yang telah menunjuk-nunjuk sopir itu. "Ditlantas PMJ akan mencari pengemudi Taksi Alphard untuk meminta klarifikasi apakah ada tindakan atau ucapan dari personil Ditlantas yang dianggap tidak sopan atau arogan," ujarnya, Jumat (10/1/2024).
Advertisement
BACA JUGA : RI 36 Viral, Ini Daftar Pelat Nomor Mobil Dinas Kabinet
Pasalnya, menurut Argo, anggota patwal arogan RI 36 berinisial Brigadir DK mengklaim tidak melakukan tindakan arogan terhadap pengemudi sopir Taksi Alphard tersebut. Berdasarkan keterangan dari patwal arogan Brigadir DK, kata Argo, pada 8 Januari 2025 sekitar pukul 16.30 WIB di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin terdapat sebuah truk penambal jalan yang sedang berhenti di lajur tengah.
"Sehingga menyebabkan kemacetan, saat itu kendaraan Toyota Alphard menghindar ke kanan namun di saat bersamaan ada kendaraan dari sebelah kanan yang juga sama-sama hendak maju, sehingga hampir menyebabkan terjadi senggolan," katanya.
Argo mengklaim akibat hampir senggolan tersebut Taksi Alphard berhenti agak lama dan terjadi perdebatan antara Taksi Alphard dengan kendaraan lainnya. "Saat itu terlihat terjadi perdebatan antara kedua kendaraan tersebut ya, sehingga menyebabkan kemacetan dan berpotensi menimbulkan kemacetan," ujarnya.
BACA JUGA : Kondisi Cuaca Sebabkan Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Terus Meroket
Maka dari itu, kata Argo, oknum anggota Brigadir DK berinisiatif melerai sekaligus meminta Taksi Alphard untuk maju agar tidak menimbulkan kemacetan yang lebih parah. "Memang saat itu terlihat gestur seolah arogan sembari menunjuk-nunjuk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement







